Sri Mulyani Perkirakan Inflasi Akhir Tahun di Bawah 3,5%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 03 Desember 2019 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 03 20 2137496 sri-mulyani-perkirakan-inflasi-akhir-tahun-di-bawah-3-5-RM0njXRkTY.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Dok. Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini laju inflasi hingga akhir tahun akan terjaga rendah yakni dibawah 3,5%. Hal itu berdasarkan realisasi inflasi tahun kalender hingga November 2019 yang terjaga rendah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi di November sebesar 0,14% (month to month/mtm). Dengan demikian, angka inflasi tahun kalender 2019 yakni 2,37% dan inflasi dari tahun ke tahun adalah sebesar 3,0% (year on year/yoy).

Baca Juga: Sri Mulyani Berhadapan dengan Nadiem dan Dian Satro, Ada Apa?

"Jadi saya rasa masih akan dalam kisaran target yang 3,5%, yang jelas kira-kira akan di bawah 3,5% hingga akhir tahun, karena sekarang (November) angkanya masih di bawah 3,5%," katanya ditemui di Kantor Pusat Pajak, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Meski demikian, Sri Mulyani menekankan, inflasi akhir tahun tetap akan menjadi perhatian mengingat secara siklus akan meningkat. Pada akhir tahun harga-harga akan dipengaruhi momen liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

sri mulyani

"Biasanya memang di Desember inflasi agak meningkat sedikit karena ada liburan natal dan tahun baru. Itu seasonal, tapi enggak terlalu besar masih sesuai target," katanya.

Adapun dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) 2019, pemerintah menargetkan tingkat inflasi berada di kisaran 3,5%. Masih sama dengan target inflasi dalam APBN 2018, yang realisasinya mencapai 3,13%.

Baca juga: 112 Eselon III dan IV Dipindah, Sri Mulyani Sebut Bukan Hukuman tapi Hadiah

Sebelumnya itu, Kepala BPS Suhariyanto memperkirakan angka inflasi pada Desember 2019 akan dipengaruhi kenaikan harga tiket pesawat. Mengingat pada akhir tahun masuk musim liburan yang membuat permintaan jasa transportasi meningkat tajam.

Oleh karena itu, ancaman inflasi di akhir tahun lebih banyak bersumber dari sub-kelompok transportasi. "Yang mesti diwaspadai adalah tarif angkutan udara. Biasanya, tiket permintaan naik maka akan terjadi kenaikan di harga tiket juga," ujarnya di Kantor Pusat BPS.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini