Ekonomi RI Kuartal III-2020 Diprediksi Minus, Indonesia Masuk Jurang Resesi?

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 20 2257268 ekonomi-ri-kuartal-iii-2020-diprediksi-minus-indonesia-masuk-jurang-resesi-UW41OCu97J.jpg Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Indonesia saat ini masih selamat dari jurang resesi meski pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 minus 5,32% secara year on year (yoy). Indonesia diambang resesi jika pada kuartal III-2020, ekonominya juga mengalami minus.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, pada kuartal III-2020 dengan masih adanya pandemi virus corona, perekonomian masih akan terkontraksi.

"Tetapi dengan pelonggaran PSBB, kontraksi ekonomi yang terjadi akan lebih minim. Tidak akan sedalam kuartal II-2020," katanya kepada Okezone, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Jangan Panik, Indonesia Belum Masuk Jurang Resesi meski Ekonomi Minus 5,32% 

Menurutnya, definisi resesi terjadi ketika pertumbuhan ekonomi negatif dua kuartal berturut-turut. "Kuartal I-2020 pertumbuhan ekonomi kita masih positif 2,95%. Jadi walaupun kuartal II-2020 negatif. Kita belum masuk kategori resesi," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, ekonomi RI bisa disebut resesi, apabila nanti bulan Oktober, Badan Pusat Statistik (BPS) kembali merilis angka pertumbuhan kuartal III-2020 negatif.

Baca Juga: Dulu Jadi Andalan Ekonomi RI, Kini Konsumsi Rumah Tangga Minus 5,51% 

Sementara itu, Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai pertumbuhaan ekonomi yang mengalami negatif 5,32% di kuartal kedua bisa membuka peluang jurang resesi. Hal ini dikarenakan belum maksimalnya penyerapan belanja pemerintah yang sudah digelontorkan.

"Probabilitas risiko resesi semakin besar mempertimbangkan kinerja perekonomian kuartal II melambat -5,32% sementara progres penyerapan belanja/stimulus penanganan COVID dan PEN juga masih rendah," kata Josua.

Dia melanjutkan kondisi pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2020 yang tercatat negatif tersebut, kinerja perekonomian kuartal III tahun 2020 diharapkan menjadi titik balik dalam perbaikan ekonomi Indonesia dalam rangka menjauhkan Indonesia dari jurang resesi.

"Oleh sebab itu langkah untuk mendorong ekonomi melalui percepatan stimulus belanja pemerintah dengan tetap mendorong peningkatan produktivitas yang memiliki multiplier effect terhadap permintaan dan konsumsi masyarakat," katanya.

Dia menambahkan secara umum, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II sesuai ekspektasi di mana konsumsi RT dan investasi juga mengalami pertumbuhan negatif. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tercatat terkontraksi ke kisaran -5,51% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya 2,84% yoy.

"Sektor-sektor dari sisi produksi yang diperkirakan menurun signfikan dan bahkan tercatat terkontraksi antara lain sektor perdagangan dan manufaktur," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini