Daya Beli Melemah, Agustus Diprediksi Terjadi Deflasi 0,01%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 01 September 2020 09:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 320 2270614 daya-beli-melemah-agustus-diprediksi-terjadi-deflasi-0-01-vbrrgZIuff.jpg Indeks Harga Konsumen pada Agustus 2020 Diperkirakan Deflasi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus diperkirakan mengalami deflasi sebesar 0,01% (month the month/mtm). Di mana bulan sebelumnya tercatat deflasi 0,1%.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, penyebab utama deflasi selama Agustus adalah komponen harga bergejolak seperti seperti beras (-0,11% mtm), daging ayam (-11,38% mtm), telur ayam (-0,68% mtm), bawang merah (-15,3% mtm) dan bawang putih (-0,57%mtm).

"Ini didorong oleh supply yang tetap terjaga namun permintaan cenderung masih lemah," kata Josua, di Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Baca Juga: Inflasi Awal Agustus Diprediksi 0,01%, Harga Emas Jadi Biang Kerok

Dia melanjutkan, inflasi tahunan pada bulan Agustus diperkirakan tercatat 1,36% (year on year/yoy) dari bulan sebelumnya 1,54% yoy. Adapun, inflasi inti pada Agustus diperkirakan tercatat sekitar 2,15% yoy dari bulan sebelumnya tercatat di 2,07% yoy.

"Inflasi inti masih ditopang oleh kenaikan harga emas yang sepanjang bulan Agustus tercatat naik 8,2% mtm," katanya.

Baca Juga: BPS Sebut Deflasi Juli 2020 Tidak Wajar, Kok Bisa?

Dia melanjutkan, faktor yang masih membatasi kenaikan inflasi inti adalah penurunan harga gula pasir sebesar minus 2,52% mtm.

Secara umum, inflasi inti juga cenderung rendah mempertimbangkan daya beli yang belum membaik signifikan meskipun pemerintah sudah meluncurkan beberapa stimulus lanjutan pada akhir bulan Agustus seperti pemberian gaji ke-13 bagi ASN.

"Penyaluran subsidi gaji bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp5juta serta pemberian Banpres Produktif bagi pelaku usaha mikro dan kecil," katanya.

Dia menambahkan, secara keseluruhan, dengan tekanan inflasi yang rendah tersebut mengindikasikan tingkat konsumsi masyarat cenderung masih dalam tren menurun dari awal tahun hingga pertengahanan kuartal III tahun 2020 ini.

"Namun demikian dengan peningkatan penyerapan belanja pemerintah termasuk anggaran PEN serta pemberian stimulus lanjutan untuk mengungkit daya beli masyarakat pada kuartal III tahun ini," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini