Soal RUU Minuman Alkohol, Gapmmi: Kami Belum Dipanggil DPR

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 320 2308950 soal-ruu-minuman-alkohol-gapmmi-kami-belum-dipanggil-dpr-2m2LM6ohji.jpg Minuman Beralkohol (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menilai Pembahasan mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol harus dibahas secara bersama-sama. Ketua GAPMMI Adhi Lukman mengatakan pihak DPR belum memanggil pengusaha untuk membahas adanya larangan minuman beralkohol.

"Kami belum diajak diskusi. Juga kementerian belum tahu juga," ujar Adhi saat dihubungi di Jakarta, Jumat (13/11/2020).

Baca juga: RUU Larangan Minuman Alkohol Dibahas, Saham DLTA dan MLBI Anjlok

Kata dia, juga belum melihat Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol. Hal ini dikarenakan RUU itu belum sama sekali dibahas dengan pihak pengusaha.

"Kami juga belum lihat RUU itu kayak gimana," katanya.

 

Sebelumnya, minuman beralkohol yang dilarang diklasifikasi berdasarkan golongan dan kadarnya sebagai berikut:

a. Minuman beralkohol golongan A adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 1% sampai dengan 5%.

b. Minuman beralkohol golongan B adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 5% sampai dengan 20% dan

c. Minuman beralkohol golongan C adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 20% sampai dengan 55% .

Selain minuman beralkohol berdasarkan golongan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilarang minuman beralkohol yang meliputi:

a. Minuman beralkohol tradisional dan

b. Minuman beralkohol campuran atau racikan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini