151.000 Pekerja Belum Ditransfer BLT, Lapor ke BPJS TK

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 320 2312248 151-000-pekerja-belum-ditransfer-blt-lapor-ke-bpjs-tk-Pizb0PTh8L.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan mengkui masih ada beberapa pekerja yang belum mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Subsidi Gaji atau Upah (BSU) pada termin pertama lalu. Dikarenakan ada beberapa hal yang akhirnya membuat para pekerja ini belum mendapatkan BSU dari pemerintah.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, masyarakat yang merasa berhak mendapat subsidi gaji atau namun masih terkendala, untuk segera berkomunikasi dengan manajemen perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga pihak BPJS Ketenagakerjaan juga bisa bergerak ceoat dengan memperbaiki datanya kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

 Baca juga: BLT Tak Kunjung Masuk Rekening, Ini Masalahnya

“Karena sumber datanya dari BPJS Ketenagakerjaan, sehingga penyelesaian data ini harus dikoordinasikan dengan mereka juga. Barulah nanti BPJS Ketenagakerjaan akan menyampaikan koreksi kepada Kemnaker,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).

Sementara itu, bagi para pekerja yang belum mendapatkan subsidi gaji pada termin kedua mohon untuk bersabar. Karena menurutnya dana yang ditransfer oleh bank penyalur kepada peneriman cukup besar.

 Baca juga: Pencairan BLT Subsidi Gaji Belum Optimal, Menaker: Sabar Dana yang Ditransfer Besar

Berdasarkan data Kemnaker, pemerintah telah menyalurkan BSU kepada 12.252.668 pekerja atau buruh. Angka tersebut setara dengan 98,78% dari target penyaluran yang sebanyak 12.403.896 penerima.

Artinya masih ada sekitar 151.228 calon penerima yang belum mendapatkan BSU pada termin pertama. Sementara itu, pada termin kedua juga penyalurannya masih belum maksimal.

Secara keseluruhan, pada termin kedua ini anggaan yang disalurkan untuk subsidi gaji atau upah adalah Rp9,65 triliun. Angka tersebut disalurkan kepada 8.042.847 pekerja atau buruh.

Adapun ricianya adalah 2.180.382 pekerja atau buruh untuk termin kedua tahap pertama, dan 2.7013.434 pekerja atau buruh untuk tahap atau batch kedua. Sementara untuk tahap ketiga, ada 3.149.031 pekerja atau buruh yang mendapatkan bantuan subsidi gaji dengan anggaran mencapai Rp3,77 triliun.

Sementara itu, dari total anggara Rp9,65 triliun baru Rp1,8 triliun yang disalurkan untuk tahap I dan II. Sementara untuk tahap ketiga masih belum mendapatkan update dari pihak Kementerian Ketenagakerjaan.

Berdasarkan laporan bank penyalur per 15 November, realisasi sementara penyaluran subsidi gaji atau upah termin kedua, tahap I telah tersalurkan kepada 844.083 pekerja atau buruh atau 38,71%. Sedangkan tahap II telah tersalurkan kepada 685.427 pekerja atau buruh atau 25,26%.

“Saya mohon agar para pekerja atau buruh bersabar karena jumlah dana yang harus ditransfer Bank Penyalur ke masing-masing rekening penerima cukup besar, baik yang rekening nya Bank Himbara maupun yang rekening nya Bank Swasta,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini