Kisah Firman, Tutup Warkop hingga Terima Banpres Rp2,4 Juta untuk Bertahan Hidup

Ferdi Rantung, Jurnalis · Minggu 22 November 2020 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 455 2313862 kisah-firman-tutup-warkop-hingga-terima-banpres-rp2-4-juta-untuk-bertahan-hidup-1DUYQ4jzkt.jpg Kisah Bisnis Bertahan di Tengah Pandemi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Dahsyatnya pandemi Covid-19, benar-benar dirasakan Firman Rendi (37 tahun). Pemilik kedai kopi atau warkop Coffee and Chess telah menutup tempatnya sekira dua bulan lebih, di Jalan Raya Ledok Dowo, Pakis Jajar, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pemberlakuan secara ketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Malang, membuat warkopnya sama sekali tidak boleh beroperasi. Padahal, dari warkopnya, Firman mengaku berpenghasilan sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per hari.

Baca Juga: Heboh Barter Mobil dengan Tanaman Hias, Ini 4 Faktanya

Sejak warkopnya tutup, pria beranak satu itu kerja serabutan berdagang sayuran, untuk menghidupi keluarganya. "Modal warkop saya habis untuk menutupi kebutuhan keluarga sehari-hari," ucap Firman.

Di tengah kegalauan akan nasib usaha warkopnya, pada Agustus 2020, Firman mendapat informasi terkait Banpres Produktif Untuk Usaha Mikro dari media sosial Facebook.

Firman pun mendaftarkan usaha warkopnya ke Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Malang untuk mendapatkan Banpres Produktif Untuk Usaha Mikro.

"Alhamdulillah, pada 7 Oktober 2020, saya mendapat SMS dari Bank BRI yang mengabarkan bahwa saya mendapat Banpres Produktif," ungkap Firman di Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Dengan Banpres sebesar Rp2,4 juta, Firman memanfaatkannya untuk menopang dan menambah permodalan warkopnya. "Saya sangat terbantu dan merasakan betul manfaat dari Banpres Produktif Untuk Usaha Mikro ini," kata dia.

Meski belum seperti dalam kondisi normal, namun kini Firman sudah mampu menghasilkan pemasukan Rp200 ribu sehari dari warkopnya. "Banpres Produktif Untuk Usaha Mikro merupakan energi baru bagi usaha warkop saya," tandas Firman, dengan mimik sumringah.

Baca Juga: 4 Daya Tarik Bisnis Franchise Minuman Teh, Mudah dan Sehat

Firman pun berharap PSBB terus diperlonggar, agar kinerja warkopnya bisa kembali ke titik semula sebelum pandemi. "Karena, anak-anak sekolah merupakan salah satu pelanggan warkop," tukas Firman.

Bagi warga Pakis, nama warkop Coffee and Chess terbilang cukup kondang. Selain berada di lokasi strategis (jalur menuju wisata Bromo), konsep yang diusung warkop tersebut juga mampu menarik minat para pelanggan untuk datang.

"Dengan mengeluarkan uang hanya sebesar Rp5.000, sudah bisa mendapatkan segelas kopi nikmat dan voucher WIFI sepuasnya," jelas Firman.

Firman pun bercerita awal mendirikan usaha warkopnya pada 2013 silam dengan konsep Yuk Ngopi, Yuk Ngobrol, Sambil Main Catur. "Tapi, sekarang, sudah jarang orang yang ngopi sambil main catur. Lebih banyak yang ngopi sambil main game online," ungkap Firman, yang sudah memiliki ijin usaha dari pemerintah desa setempat.

Untuk jenis kopi yang disajikan, Firman tetap menjaga kearifan lokal dengan menyajikan kopi Dampit (asal Malang) dan kopi ijo dari Tulungagung. "Saya berpromosi lewat sarana medsos seperti Facebook dan dari mulut ke mulut. Namun, saya tidak melayani penjualan online. Karena, konsep warkop saya adalah menciptakan interaksi sambil ngopi," imbuh Firman lagi.

Uniknya, Firman menggratiskan WIFI di warkopnya khusus untuk para pelajar yang mengerjakan tugas sekolahnya. "Free Wifi bagi pelajar untuk membuat tugas sekolah dan pelajaran lewat daring atau zoom," tukas Firman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini