BI: Sentimen Global Gairahkan Ekonomi RI 2021

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 320 2317535 bi-sentimen-global-gairahkan-ekonomi-ri-2021-onPttLomyI.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat di 2021. Ekonomi tahun depan didorong oleh perekonomian global yang membaik serta akselerasi realisasi anggaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, kemajuan dalam program restrukturisasi kredit, serta stimulus moneter dan makroprudensial Bank Indonesia yang berlanjut.

Baca Juga: Ekonom: Ya Hemat Pangkal Kaya, tapi Bisa Membunuh Ekonomi

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga. Hal itu tercermin pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mencatat surplus, cadangan devisa yang tetap tinggi, dan nilai tukar Rupiah yang menguat didukung langkah-langkah stabilisasi Bank Indonesia dan berlanjutnya aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik.

"Sementara itu, inflasi tetap rendah sejalan permintaan yang belum kuat dan pasokan yang memadai. Sejalan dengan kebijakan akomodatif yang ditempuh Bank Indonesia, kondisi likuiditas tetap longgar sehingga mendorong suku bunga terus menurun dan mendukung pembiayaan perekonomian," kata Perry di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Bank Indonesia telah menempuh berbagai bauran kebijakan melalui penguatan terhadap seluruh instrumen yang dimiliki untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, mengendalikan inflasi, dan mendukung stabilitas sistem keuangan, serta mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendorong pemulihan ekonomi nasional," katanya.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap prospek perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu serta terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menentukan langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan dalam mempercepat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini