Jakarta Dapat Air Bersih 4.000 Liter/Detik, Menteri Basuki: Sangat Kurang

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 320 2365005 jakarta-dapat-air-bersih-4-000-liter-detik-menteri-basuki-sangat-kurang-t0FlP5Kwql.jpg Jakarta Segera Dapat Air Bersih 4.000 Liter/Detik. (Foto: Okezone.com/Livestrong)

JAKARTA - Konsorsium Wika Tirta Jaya Jatiluhur ditunjuk untuk menggarap proyek air minum regional I Jatiluhur. Dengan adanya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur I, akan ada 4 daerah yang akan mendapatkan manfaat akses air minum.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, SPAM Jatiluhur I akan mampu memproduksi air minum sebesar 4.750 liter per detik. Hasil produksi ini akan dirasakan manfaatnya ke 4 Wilayah di Jakarta dan Jawa Barat.

Baca Juga: Menteri Basuki Sebut Investor yang Ciptakan Lapangan Kerja

Keempat wilayah tersebut adalah DKI Jakarta sebesar 4.000 liter per detik, Kota Bekasi sebesar 300 liter per detik. Kemudian untuk Kabupaten Bekasi juga bisa mendapat 100 liter per detik.

Dan terakhir Kabupaten Karawang akan mendapatkan pasokan air bersih 350 liter per detik. Namun menurut Basuki, hal tersebut masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan air minum khususnya di DKI Jakarta.

Baca Juga: Proyek SPAM Jatiluhur Rp1,7 Triliun Dibangun dengan KPBU

“Ini masih sangat kurang untuk DKI, tapi ini sumbangan yang tidak sedikit untukbmelayani warga Jakarta tentang air bersih,” ujarnya di Auditorium Kementerian PUPR, Jumat (19/2/2021).

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan, memang manfaat yang rasakan masyarakat di 4 wilayah dari adanya SPAM Jatiluhur 1 ini sangat besar. Khususnya yang ada di DKI Jakarta di mana bisa mengalirkan air minum 4.000 liter per detik atau 15,5% dari cakupan pelayanan di DKI Jakarta.

Namun hal tersebut perlu untuk ditingkatkan lagi. Apalagi, kebutuhan air bersih termasuk minum ini sangat penting bagi masyarakat khususnya kaum perempuan atau ibu rumah tangga.

“Saya membayangkan yang tersambung terutama para ibu-ibunya akan sangat terkurangi bebannya karena mendapatkan akses air bersih,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini