IHSG Diprediksi Tertekan, Cermati Saham-Saham Ini

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 07:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 278 2461864 ihsg-diprediksi-tertekan-cermati-saham-saham-ini-zMZVU99W50.jpg IHSG Diprediksi Melemah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi tertekan pada perdagangan hari ini. IHSG akan berada di kisaran 6.012-6.108.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan IHSG break out support moving average 50 hari setelah gagal mengkonfirmasi whipsaw pada moving average 20 hari. Signal ini memberikan indikasi pelemahan lanjutan diakhir pekan yang akan kembali menguji support moving average 200 hari.

"Momentum pergerakan dari indikator stochastic dan RSI menjenuh pada area overbought. Sehingga diperkirakan pergerakan IHSG diakhir pekan masih akan diwarnai aksi jual dan tekanan pergerakan dengan support resistance 6.012-6.108," ujar Lanjar dalam risetnya, Jumat (27/8/2021).

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ADRO, BBRI, INDY, PTBA, UNTR, LPPF.

Sebelumnya, IHSG ditutup turun 55,16 poin atau 0,90 persen ke level 6.058 setelah sepanjang jam perdagangan berada dizona negatif. Indeks sektor Keuangan (-1.27%), Infrastuktur (-1.16%), Material Dasar (-1.15%) tertekan lebih dari sepersen dengan saham ARTO, BMRI, BBCA, EMTK, SMGR, BRPT dan UNVR menjadi laggard pada pelemahan IHSG.

Investor melakukan aksi tunggu beberapa data ekonomi AS sabagai petunjuk arah keputusan taper tantrum yang akan disinggung the Fed akhir pekan ini. Investor juga mengkhawatirakan dampak dari taper tantrum terhadap capital outflow dan stabilisasi nilai tukar rupiah ditengah badai covid varian delta yang masih membuat Indonesia melakukan pembatasan secara darurat. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp273,46 miliar.

Leader:

DCII, BEBS, MASA, BNGA, ADRO

Laggard:

ARTO, BMRI, BBCA, EMTK, SMGR

Sementara itu, Bursa Asia berpotensi berhati-hati diperdagangan akhir pekan karena investor menimbang komentar hawkish the Fed menjelang simposium jackson hole dan ketegangan geopolitik yang memanas di Afganistan.

Mayoritas saham AS jauh dari level tertinggi sepanjang masa karena the Fed mengatakan waktu untuk memulai mengurangi stimulus sudah dekat. Geopolitik di Afganistan memanas setelah ledakan mematikan diluar bandara kabul saat AS mengevakuasi daerah tersebut.

Indeks ekuitas berjangka sedikit berubah di Jepang dan Hongkong namun tertekan di Australia pagi ini. Pada hari jumat investor juga akan mengantisipasi hasil pertemuan the Fed dalam simposium kebijakan ekonomi jackson hole serta data pendapatan dan pengeluaran pribadi di AS sebagai indikasi arah kebijakan moneter the fed. Sehingga secara sentimen IHSG berpotensi kembali tertekan diperdagangan menjelang akhir pekan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini