Debut Perdagangan 5 Emiten Baru di BEI, Ada yang Tembus ARA

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 08 September 2021 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 278 2468194 debut-perdagangan-5-emiten-baru-di-bei-ada-yang-tembus-ara-E4Dqoo84vh.jpg 5 perusahaan IPO (Foto: Okezone)

JAKARTA - BEI kedatangan lima emiten baru hari ini. Mayoritas harga saham perusahaan tercatat yang hari ini melaksanakan Initial Public Offering (IPO) menguat pada penutupan perdagangan, Rabu (8/9/2021).

Dari lima emiten, hanya satu emiten yang harganya menurun pada hari perdana IPO. Adapun perusahaan tersebut diantaranya, PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS), PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT), PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA), dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI).

Baca Juga: Catat! Besok 5 Perusahaan Melantai di BEI

Dilihat melalui RTI, saham RUNS mengalami kenaikan sebesar Rp24 atau 9,45% ke Rp278 per lembar pada hari pertama penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Frekuensi perdagangan saham RUNS mencapai 1.347 kali dengan 4,88 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp1,36 miliar. Price Earning Ratio (PER) 28,39 dan Market Cap sebesar Rp273,43 miliar.

Baca Juga: Saham MCOL Naik 10% di Perdagangan Perdana

Kemudian, saham CMNT mengalami kenaikan sebesar Rp170 atau 25,00% menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) ke Rp850 per lembar pada hari pertama IPO.

Frekuensi perdagangan saham CMNT mencapai 7.132 kali dengan 84,20 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp69,83 miliar. Price Earning Ratio (PER) 0,01 dan Market Cap sebesar Rp14,56 triliun.

Selanjutnya, saham RSGK mengalami kenaikan sebesar Rp430 atau 25,00% menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) ke Rp2.150 per lembar pada hari pertama IPO.

Frekuensi perdagangan saham RSGK mencapai 2.542 kali dengan 2,74 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp5,88 miliar. Price Earning Ratio (PER) 0,02 dan Market Cap sebesar Rp2,00 triliun.

Lalu, saham SBMA mengalami kenaikan sebesar Rp62 atau 34,44% menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) ke Rp242 per lembar pada hari pertama IPO.

Frekuensi perdagangan saham SBMA mencapai 2.324 kali dengan 19,12 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp4,62 miliar. Price Earning Ratio (PER) 0,00 dan Market Cap sebesar Rp224,67 miliar.

Sementara itu, saham GTSI mengalami penurunan sebesar Rp7 atau 7,00% menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) ke Rp93 per lembar pada hari pertama IPO.

Frekuensi perdagangan saham GTSI mencapai 18.057 kali dengan 81,69 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp7,59 miliar. Price Earning Ratio (PER) 0,00 dan Market Cap sebesar Rp1,47 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini