Share

Bukit Asam Cetak Kenaikan Laba Rp4,7 Triliun, Meroket 176%

Selasa 26 Oktober 2021 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 278 2491862 bukit-asam-cetak-kenaikan-laba-rp4-7-triliun-meroket-176-aXlpDEwRfk.jpg Laba Bukit Asam Meningkat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak Rp4,76 triliun hingga kuartal III-2021 atau naik 176% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu Rp1,72 triliun.

Sementara itu, pendapatan perusahaan naik menjadi Rp19,38 triliun atau tumbuh 50,84% pada kuartal III-2021 dibandingkan dengan sembilan bulan pertama tahun sebelumnya senilai Rp12,84 triliun.

Selain itu, margin profitabilitas perseroan juga turut menguat dengan laba kotor perusahaan naik ke 42,57% dari pendapatan dibandingkan dengan tahun 2020 di 27,4%. Kemudian, laba operasional naik ke 32,58% dari tahun sebelumnya di 14,2%.

Baca Juga: PTBA Garap Bisnis PLTS di Lahan Bekas Tambang

Adapun, laba bersih perseroan tercatat di angka 25,04% dari pendapatan, dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mencapai 13,5%. Demikian dikutip dari Harian Neraca, Selasa (26/10/2021)

Sebelumnya, Bukit Asam optimistis akan mencatatkan kinerja positif hingga tahun depan. Optimisme ini didorong oleh tingginya penjualan pada semester I-2021 dan meningkatnya permintaan batu bara. Termasuk, harga batu bara yang melonjak tajam.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Farida Thamrin pernah bilang, dengan demand batu bara yang masih cukup tinggi tahun ini, didukung indeks harga yang masih menguat kemungkinan hingga tahun depan, manajemen sangat optimistis dapat mencapai dan bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.

Baca Juga: PTBA Jual Saham Treasuri ke 3 Sekuritas BUMN Kantongi Rp691,1 Miliar

Berdasarkan index Newcastle (GAR 6322) maupun Indonesian Coal Index-3 atau ICI-3 (GAR 5000), harga batu bara diestimasikan pada rentang USt$ 145 per on hingga USD175 per ton dan USD75 per ton hingga USD85 per ton.

Menurut Farida, harga tersebut terbilang yang tertinggi dalam 10 sampai 13 tahun terakhir.

Farida menyebut, produksi batu bara pada Juni 2021 menjadi yang tertinggi sejak PTBA beroperasi. Alhasil, selama semester I-2021, produksi batu bara PTBA telah mencapai 13,3 juta ton, naik 11% secara year on year (yoy) dengan penjualan sebanyak 12,9 juta ton.

Hingga akhir tahun, perseroan menargetkan produksi sebesar 31 juta ton.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Saat ini perseroan tengah bertransformasi dari perusahaan penambangan batu bara menjadi perusahaan energi. Sejumlah langkah pun dilakukan dengan membentuk ekosistem tambang mulai dari penambangan, penanganan, transportasi, pengelolaan pelabuhan hingga distribusi batu bara sampai ke pengguna akhir.

Strategi bukit asam ke depan capai visi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan.

Terdapat empat pilar utama transformasi bisnis PTBA. Pertama, membangun ekosistem batu bara, logistik, transportasi, dan operasi tambang.

Kedua, transformasi menjadi perusahaan bisnis energi dengan membentuk pembangkit listrik tenaga surya dan mengambil alih pembangkit listrik tenaga batu bara guna mendapatkan pasar yang pasti dari produksi batu baranya. Ketiga, perseroan juga mulai terjun pada bisnis kimia dasar dan produk derivatif dari batu bara. Keempat, PTBA juga meningkatkan manajemen karbon yang lebih baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini