Share

PNBP Hasil Pemanfaatan Barang Milik Negara Turun Jadi Rp366 Miliar

Antara, Jurnalis · Jum'at 18 Maret 2022 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 18 320 2563844 pnbp-hasil-pemanfaatan-barang-milik-negara-turun-jadi-rp366-miliar-P5srylt444.jpg Pemanfaatan Aset Negara Menurun. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (DJKN) mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari pemanfaatan aset negara atau Barang Milik Negara (BMN) mencapai Rp366 miliar pada 2021.

Capaian tersebut cenderung menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yakni pada tahun 2017 terealisasi sebesar Rp505 miliar, tahun 2018 senilai Rp1,57 triliun, tahun 2019 sebesar Rp522 miliar, dan tahun 2020 senilai Rp366 miliar.

Baca Juga: Wuih, PNBP Pengelolaan Ruang Laut Meroket Hampir 400%

"Kenapa semakin menurun? Sama-sama kita ketahui bahwa pada tahun 2019, 2020, dan 2021 terdapat pandemi yang berakibat kepada terganggunya bisnis dan perekonomian," kata Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi DJKN Kemenkeu Purnama Sianturi dalam Bincang Bareng DJKN , dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat (19/3/2022).

Meski sempat menurun selama pandemi, dia optimistis ke depan pemanfaatan aset negara akan semakin berkembang dan memberi sumbangan yang lebih besar terhadap penerimaan negara, terutama karena akan dilakukan penataan terhadap BMN lain yang belum dimanfaatkan.

Baca Juga: PNBP Minerba Lampaui Target, Pertambangan Sumbang Rp49,6 Triliun

Penataan tersebut tentunya dibutuhkan dari pengguna barang Kementerian/Lembaga (K/L) terkait dan oleh Kemenkeu sebagai pengelola barang.

Purnama menjelaskan pemanfaatan BMN merupakan pendayagunaan aset negara yang tidak digunakan untuk penyelenggaraan tugas dan fungsi K/L dan/atau optimalisasi BMN dengan tidak mengubah status kepemilikan.

Pemanfaatan aset negara dapat dilakukan oleh mitra yang mencakup perorangan, BUMN/D, swasta, badan usaha lain, unit penunjang pemerintah, pemerintah daerah, pemerintah desa dan lain sebagainya sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 115 tahun 2020.

Adapun mekanisme pemanfaatan dapat berupa sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, bangun guna serah/bangun serah guna, kerja sama penyediaan infrastruktur, dan kerja sama terbatas untuk pembiayaan infrastruktur.

Dia menyebutkan contoh pemanfaatan BMN yang telah berjalan antara lain gedung pertemuan (Gedung Dhanapala Kemenkeu, Balai Sudirman, dan Gedung Manggala Wanabakti), hotel/penginapan (Hotel Ambhara dan Hotel Aston Kartika Kyai Tapa), serta ruang milik jalan tol (sewa infrastruktur ruang milik jalan tol Jakarta-Bandung oleh KCIC).

Selanjutnya, terdapat pula pemanfaatan aset lapangan golf (Halim II-Suvarna Land dan Halim III-Royal Jakarta Golf Club), pelabuhan (Pelabuhan di Kawasan Danau Toba dan Pelabuhan di Labuan Bajo), Bandara Ahmad Yani Semarang, serta seluruh area tempat ATM yang berdiri di gedung-gedung pemerintah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini