Share

Bali Towerindo Raih Laba Rp53 Miliar di 2021, Naik 43,4%

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 26 April 2022 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 26 278 2585472 bali-towerindo-raih-laba-rp53-miliar-di-2021-naik-43-4-gYEU9qTMsU.jpg Laba Bali Towerindo (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA – PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) meraup laba bersih senilai Rp53,526 miliar atau naik 43,4% dibandingkan periode sama tahun 2021 yang terbilang Rp36,684 miliar.

Hasil itu mendongkrak laba per saham dasar ke level Rp13,6, sedangkan akhir Maret 2021 berada di level Rp9,32.

Sementara pendapatan usaha tumbuh 10,9% menjadi Rp244,84 miliar yang ditopang pendapatan sewa dari PT Indosat Tbk senilai Rp43,1 miliar. Disusul pendapatan sewa dari PT Smartfren Telecom Tbk senilai Rp36,71 miliar.

Bahkan pendapatan dari Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta naik 100 persen mejadi Rp30,59 miliar.

Berikutnya, pendapatan sewa dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk senilai Rp22,5 miliar, PT jelajah Data Semesta turun 6,6% menjadi Rp20,4 miliar, PT XL Axiata Tbk senilai Rp15,41 miliar, PT Hutchinso 3 Indonesia turun 12,5% menjadi Rp14,6 miliar dan pendaoatn lain lain tumbuh 9,7% menjadi Rp48,56 miliar.


Walau beban pokok pendapatan bengkak 12,9% menjadi Rp105,48 miliar, tapi laba kotor tumbuh  10,3% menjadi Rp139,3 miliar.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, aset tumbuh 2,6% menjadi Rp5,134 triliun karena utang bank jangka panjang bengkak 11,02% menjadi Rp1,208 triliun. Sebelumnya, perseroan menandatangani akta perjanjian kredit dengan PT Bank Victoria Internasional pada 23 Februari 2022.

Akta perjanjian kredit itu dengan memakai jaminan. Disebutkan, PT Bali Towerindo Sentra Tbk teken perjanjian fasilitas pinjaman senilai Rp 100 miliar dengan Bank Victoria. Jangka waktu pinjaman itu 60 bulan.

Tujuan penggunaan takeover fasilitas kredit di PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk dan refinancing pembangunan menara telekomunikasi beserta jaringannya dan perangkat FTTx beserta jaringan.

Kemudian agunan kredit tersebut antara lain tanah dan bangunan, serta 10 menara telekomunikasi atas nama perseroan.

Direksi Bali Towerindo Sentra menyatakan, transaksi material merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan.

Penjelasan mengenai transaksi afiliasi itu perseroan menggunakan aset berupa tanah dan bangunan milik PT Paramitra Intimega selalu entitas anak.

Perseroan merupakan pemegang saham dengan persentase kepemilikan 99,88%. Selain itu, transaksi ini dilakukan dengan pertimbangan dilakukannya take over fasilitas kredit di PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk, perseroan akan mendapatkan suku bunga lebih kompetitif bagi perseroan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini