Share

XL Axiata (EXCL) Raup Pendapatan Rp6,7 Triliun di Kuartal I-2022, Naik 7,9%

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Selasa 10 Mei 2022 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 10 278 2591667 xl-axiata-excl-raup-pendapatan-rp6-7-triliun-di-kuartal-i-2022-naik-7-9-iDjHjtpwvV.jfif XL Axiata raup pendapatan Rp6,7 triliun. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT XL Axiata Tbk (EXCL) membukukan pendapatan sebesar Rp6,74 triliun pada kuartal pertama tahun 2022. Realisasi tersebut lebih tinggi 7,91% dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar Rp6,24 triliun.

Secara rinci, emiten infrastruktur telekomunikasi itu meraup cuan dari segmen penjualan data sebesar Rp5,69 triliun, sementara bisnis non-data sebesar Rp497,98 miliar.

Adapun segmen jasa interkoneksi mengantongi pemasukan Rp126,27 miliar, sewa menara Rp14,74 miliar, sirkit langganan Rp62,90 miliar, dan jasa telekomunikasi lainnya Rp353,48 miliar.

 BACA JUGA:XL Axiata Perkirakan Trafik Naik 30 Persen Selama Libur Lebaran 2022

Berdasarkan Keterbukaan Informasi, EXCL menanggung sejumlah beban pemasukan antara lain beban penyusutan Rp2,56 triliun, infrastruktur Rp1,99 triliun, penjualan dan pemasaran Rp728,63 miliar, interkoneksi Rp466,17 miliar, gaji dan kesejahteraan karyawan Rp295,62 miliar, serta administrasi Rp85,75 miliar.

Alhasil, perseroan mengantongi laba periode tahun berjalan sebanyak Rp139,09 miliar, atau masih lebih rendah -56,60% dari periode sama tahun 2021 sebanyak Rp320,51 miliar. Demikian laporan laba dan rugi interim EXCL, Selasa (10/5/2022).

Dengan demikian laba bersih per saham dasar perseroan per tiga bulan pertama tahun ini sebesar Rp13,-, lebih rendah dari periode sama tahun lalu sebanyak Rp30,-.

 BACA JUGA:Kebutuhan Data Meningkat, XL Axiata Fokus Perluas Jaringan di 2022

Per 31 Maret 2022, jumlah aset EXCL mencapai Rp71,84 triliun, lebih rendah -1,25% dari posisi aset akhir 2021 sebanyak Rp72,75 triliun.

Liabilitas jangka pendek meningkat tipis dari Rp20,95 triliun pada akhir 2021 menjadi Rp21,42 triliun, sedangkan liabilitas jangka panjang menyusut dari Rp31,71 triliun pada akhir 2021 menjadi Rp30,17 triliun.

Sementara ekuitas EXCL tumbuh dari Rp20,08 triliun menjadi Rp20,23 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini