Share

Kenaikan Harga Pangan Diprediksi Berlanjut hingga Akhir Tahun

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Kamis 02 Juni 2022 21:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 02 320 2604642 kenaikan-harga-pangan-diprediksi-berlanjut-hingga-akhir-tahun-TkZOkNa7rf.jpg Kenaikan harga pangan diprediksi berlanjut hingga akhir tahun (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kenaikan harga pangan yang terjadi belakangan ini diprediksi berlanjut hingga akhir tahun 2022. Mengutip dari situs resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) hari ini, beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan.

Seperti cabai rawit hijau naik Rp2.450/kg atau dibanderol Rp52.400, cabai rawit merah naik Rp2.650/kg atau dibanderol Rp65.100 cabai merah naik Rp600/kg atau seharga Rp57.200, tak terkecuali cabai merah keriting naik Rp1.100/kg dibandingkan harga kemarin menjadi Rp54.300.

Begitu juga telur ayam ras segar juga naik menjadi Rp28.000/kg dan bawang merah ukuran sedang naik Rp150 menjadi Rp43.050/kg.

"Kenaikan harga pangan ini akan berlanjut hingga akhir tahun. Faktornya bukan hanya karena faktor permintaan yang naik setelah pandemi reda, tapi ada gangguan pasokan yang cukup serius," ujar Direktur of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, Kamis (2/6/2022).

Bhima menilai ada faktor lain selain itu, di antaranya adanya konflik di Ukraina yang secara tidak langsung berdampak ke harga pangan dan pupuk dunia.

Kata dia, hal ini membuat produsen seperti India sampai melakukan pembatasan ekspor gula dan gandum ke beberapa negara lainnya termasuk Indonesia.

Selain itu, Ekonom CELIOS itu mengatakan, saat ini pakan ternak mengalami kenaikan karena harga jagung dan gandum meningkat tajam sejak awal tahun. Hal ini yang menjadi salah satu pemicu harga jual daging dan telur mahal.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Berdasarkan data di pasar spot internasional, harga jagung mengalami kenaikan sebesar 10,8% setahun terakhir, dan gandum 57,9% di periode yang sama. Bukan hanya Indonesia, di hampir seluruh dunia input pakan ternak alami lonjakan harga," beber Bhima.

Kemudian, lanjut Bhima, di sektor pertanian harga pupuk non subsidi naik tajam. Urea bisa lebih dari 200% kenaikan harganya.

"Hal ini jugalah yang menyebabkan biaya produksi naik, sehingga harga cabe ikut mahal. Selain tentunya ada faktor cuaca, dan musim tanam yang berbeda di beberapa daerah penghasil utama," jelas Bhima.

Maka dari itu Bhima menyarankan pemerintah agar meningkatkan cadangan pangan nasional khususnya beras, kedelai dan jagung. Kata dia, dalam hal ini, peran Bulog harus lebih dioptimalkan untuk mencegah kelangkaan pangan di daerah.

Dia juga menghimbau agar Program Keluarga Harapan (PKH) sebaiknya diperluas ke 15-20 juta keluarga penerima. Bagi masyarakat ia menyarankan harus lebih banyak berhemat dan prioritaskan sisa tabungan untuk dana darurat. Hindari ketergantungan pada utang konsumtif secara berlebihan, dan jaga gaya hidup tetap sederhana.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini