Share

BEI Temukan Penurunan Saham Tak Wajar Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS)

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 07 Juli 2022 08:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 278 2625093 bei-temukan-penurunan-saham-tak-wajar-pt-gaya-abadi-sempurna-tbk-slis-wmw4HeEO8i.JPG BEI temukan penurunan saham tak wajar di Gaya Abadi Sempurna. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) dalam radar pantauan akibat penurunan harga saham diluar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Diketahui, emiten yang bergerak di bidang komponen elektronik ini menunjukkan gerak saham yang terus melemah 22,17% sejak 5 hari perdagangan terakhir, hingga secara ytd juga turun 77,76%. Saham SLIS ditutup koreksi 6,77% pada perdagangan Rabu (6/7/2022) di level 179.

 BACA JUGA:BEI Suspensi Efek Mas Murni Indonesia (MAMI)

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham SLIS yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M Panjaitan dan P.H Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Martin Satria D. Bako, dikutip Kamis (7/7/2022).

Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan dibidang Pasar Modal.

Informasi terakhir mengenai SLIS adalah informasi tanggal 4 Juli 2022 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait penyampaian bukti iklan panggilan RUPS.

Sebagai informasi, sebelumnya Bursa telah mengumumkan diantaranya, Penghentian Sementara perdagangan terhadap saham SLIS di Pasar Reguler dan Tunai pada 28 September 2021 dalam rangka Cooling Down dan UMA pada 12 Agustus 2021 atas perdagangan saham SLIS.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham SLIS tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulis direksi bursa.

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini