Share

Proyek Blok Masela Mandek, Presiden Jokowi Cari Mitra Baru Bagi Inpex

Antara, Jurnalis · Jum'at 02 September 2022 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 320 2659492 proyek-blok-masela-mandek-presiden-jokowi-cari-mitra-baru-bagi-inpex-0zCNMyB7yz.jpg Presiden Jokowi Minta Blok Masela Segera Dimulai. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menginstruksikan supaya proyek LNG Lapangan Abadi Blok Masela di Maluku, segera dimulai dengan cara mendorong hadirnya mitra baru bagi Inpex Corporation selaku operator.

"Blok Masela terus kita dorong, yang semua dulu sebetulnya sudah akan jalan Inpex, kemudian Shell, tapi karena saat itu harganya rendah sehingga ada satu yang mundur, sehingga pengerjaannya juga ikut mundur," ujar Jokowi, dikutip dari Antara, Jumat (2/9/2022).

Baca Juga: Dorong Proyek Strategis Blok Masela, Jokowi: Nanti Ada Keuntungan Besar

Hal itu disampaikan Jokowi kepada wartawan usai meninjau pemberian bantuan sosial di Pasar Olilit, Saumlaki, Maluku, Jumat, sebagaimana disaksikan secara daring melalui Youtube Sekretariat Presiden.

Sebagaimana diketahui, Shell Upstream Overseas Services Limited yang merupakan anak usaha Royal Dutch Shell, mengundurkan diri sebagai operator dari proyek tersebut, namun masih kesulitan menjadi investor pengganti.

Baca Juga: Presiden Jokowi Terus Dorong Pembangunan Blok Masela

Jokowi menyampaikan pemerintah mendorong hadirnya mitra baru bagi Inpex Corporation, agar proyek Blok Masela bisa segera dimulai.

"Yang mendapat keuntungan besar jika Blok Masela jalan adalah Kepulauan Tanimbar di Saumlaki. Dan itu akan baik untuk perputaran uang di daerah, untuk PDRB di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku. Jadi memang akan terus kita dorong agar segera dimulai," terangnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Progres proyek Abadi LNG Blok Masela masih mandek usai mundurnya perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Belanda, Shell Upstream Overseas pada Juli 2020. Padahal proyek ini ditargetkan onstream atau mulai berproduksi pada 2027.

Sebelum menarik diri dari proyek LNG Blok Masela, Shell menguasai 35 persen saham participating interest (PI). Sisanya dikuasai Inpex asal Jepang sebesar 65%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini