JAKARTA - PT Voksel Electric Tbk (VOKS) bukukan rugi bersih sebesar Rp152,5 miliar atau membengkak 109,7% dibanding periode sama tahun 2021 yang terbilang Rp72,1 miliar. Dampaknya, saldo laba belum dicadangkan berkurang 31,7% dibanding akhir tahun 2021 menjadi Rp327 miliar.
Sebaliknya, pendapatan bersih naik 40,6% menjadi Rp1,148 triliun yang ditopang peningkatan penjualan kabel listrik sebesar 54,1% menjadi Rp561,75 miliar.
Kemudian penjualan kawat tembaga naik 38,5% menjadi Rp327,01 miliar. Demikian juga dengan penjualan kabel fiber optik meningkat 23,07% menjadi Rp192,08 miliar.
Sedangkan pendapatan jasa naik 97,3% menjadi Rp75,328 miliar.
Bahkan, pendapatan dari lini usaha perdagangan melonjak 364% menjadi Rp79,674 miliar. Sayangnya, beban pokok penjualan membengkak 54,6% menjadi Rp1,185 triliun. Pasalnya, beban produksi naik 29,6% menjadi Rp1,207 triliun.
Salah satu pos pemicunya, bahan baku yang digunakan melonjak 28,5% menjadi Rp1,073 triliun.
Akibatnya, perseroan mengalami rugi kotor sebesar Rp36,721 miliar, atau memburuk dibanding akhir Juni 2021 yang mencatat laba kotor sebesar Rp49,531 miliar.