Sementara itu, kewajiban bertambah 10,2% dibanding akhir tahun 2021 menjadi Rp2,191 triliun. Sedangkan ekuitas melorot 16,6% menjadi Rp754,34 miliar. Sehingga aset turun 1,8% dan menyusut menjadi Rp2,946 triliun.
Sebelumnya, perseroan menegaskan bisnisnya akan berjalan seperti biasa dengan tetap memperhatikan aspek efisiensi.
Bahkan pihaknya optimistis terus kembangkan bisnis di dalam negeri dan mancanegara di sepanjang tahun ini. Sekretaris Perusahaan Voksel Electric, Sachje Amalia Siddharta seperti dikutip Kontan pernah mengatakan bahwa pihaknya masih memantau keadaan pandemi Covid-19 yang saat ini masih terus terjadi.
Sementara Direktur Voksel Electric, Shen Shao Junhua menambahkan, sebagai bagian dari strategi efisiensi dan efektivitas, VOKS akan terus berupaya menekan beban bunga non-produktif dengan mengurangi jumlah pinjaman bersamaan dengan upaya optimalisasi sumber daya yang dimiliki untuk menjaga tingkat produktivitas tetap tinggi.
Lalu Direktur Voksel Electric, Rizal Nangoy memaparkan, di 2022 pihaknya melihat bahwa seiring dengan terkendalinya pandemi Covid-19 VOKS yakin kinerja operasional dan keuangan akan semakin baik. Bahkan pihaknya tengah melakukan follow up terhadap proyek on-hands yang tertunda karena pandemi.
"Nilai proyek on-hands yang mencapai lebih dari Rp 1 triliun tersebut sebagian sudah digarap kembali. Selain itu, Perseroan juga telah menandatangani kontrak MDU dengan PLN hingga tiga tahun ke depan," ujarnya.
Di samping peningkatan pasar dalam negeri, Rizal mengungkapkan, pihaknya juga mengembangkan potensi pasar yang lebih luas melalui kerja sama dengan mitra bisnis di mancanegara.
(Taufik Fajar)