Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sari Roti (ROTI), Emiten Milik Anthony Salim Bidik Penjualan Naik 15% hingga Akhir 2022

Viola Triamanda , Jurnalis-Rabu, 21 September 2022 |14:08 WIB
Sari Roti (ROTI), Emiten Milik Anthony Salim Bidik Penjualan Naik 15% hingga Akhir 2022
ROTI incar penjualan naik 15% (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) atau Sari Roti optimistis bisa mencapai target penjualan. Emiten milik Anthony Salim ini membidik penjualan tumbuh 15% di akhir tahun 2022.

Dikutip dari 1st Session Closing IDX Chanel Rabu (21/9/2022), Head Investor & Public Relations ROTI Hadi Susilo menjelaskan hal ini tergambar dari pencapaian penjualan semester I 2022 yang mencapai Rp1,79 triliun atau naik 15,1%.

Optimisme perseroan didorong oleh meningkatnya permintaan produk roti seiring dengan pemulihan Covid-19 serta kenaikan harga jual yang dilakukan sejak kuartal I 2022 sebesar 10%.

Wilayah Barat dan Timur terus meningkatkan penjualan hingga mencapai Rp798,2 miliar yang tumbuh 19,3% dibandingkan waktu yang sama tahun lalu. Sedangkan Wilayah Tengah tetap menjadi kontributor terbesar dengan membukukan penjualan Rp993,6 miliar atau meningkat 11,9%.

Hadi juga menjelaskan bahwa perusahaan menyadari betul bahwa rasa cokelat ada produk Sari Roti dapat diterima dengan baik oleh konsumen mengenai rencana masuk ke bisnis olesan cokelat hal itu akan digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan internal Sari Roti dan juga untuk dijual dalam kemasan kepada para pencinta Sari Roti.

Manajemen berharap dengan ekspansi tersebut portofolio Sari Roti dapat lebih kuat dan beragam nantinya portofolio yang akan dijual mulai dari Sari Roti, Sari Kue, olesan cokelat hingga susu cokelat.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement