Share

BEI Pantau Saham Telefast (TFAS) karena Naik Tak Wajar

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 29 September 2022 08:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 278 2677119 bei-pantau-saham-telefast-tfas-karena-naik-tak-wajar-mcPvPkFCVI.jpg BEI pantau ketat saham TFAS (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pergerakan saham PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS). Saham TFAS masuk dalam radar pantauan akibat adanya peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Emiten bidang penyedia solusi sumber daya manusia (SDM) yang terintegrasi antara Software Human Resources Information System (HRIS), Izin penyedia SDM dan Aplikasi pemberi dan pencari kerja ini menunjukkan gerak saham yang menguat secara signifikan dengan naik 40,14% pada 5 hari terakhir perdagangan. Bahkan, saham TFAS pada penutupan Rabu (28/9/2022) juga menguat 22.92% di level 5.900.

"Dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga saham TFAS yang di luar kebiasaan yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A., dikutip Kamis (29/9/2022).

Untuk diketahui, pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dibidang Pasar Modal.

Informasi terakhir mengenai TFAS adalah informasi tanggal 7 September 2022 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham TFAS tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulis direksi bursa.

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini