Share

OJK Catat Penghimpunan Dana di Pasar Tembus Rp226,49 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 07 Desember 2022 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 278 2722294 ojk-catat-penghimpunan-dana-di-pasar-tembus-rp226-49-triliun-B1ZBeLBS54.jpg OJK Catat Perhimpunan Dana (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan minat untuk penghimpunan dana di pasar modal masih terjaga tinggi, yaitu sebesar Rp226,49 triliun dengan emiten baru tercatat sebanyak 61 emiten per November 2022.

”Di pipeline, masih terdapat 91 rencana penawaran umum dengan nilai sebesar Rp96,29 triliun dengan rencana penawaran umum oleh emiten baru sebanyak 57 perusahaan," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi di Jakarta, Rabu (7/12/2022).

Selain itu, untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi UMKM, hingga 25 November 2022 telah terdapat 11 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 314 penerbit, 129.958 pemodal, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp661,32 miliar.

Disampaikan Inarno, pasar saham hingga akhir November 2022 melemah 0,25% ke level 7.081,31 dibanding bulan sebelumnya dengan non residen mencatatkan modal masuk sebesar Rp740 miliar (month-to-date/mtd). Dibanding level akhir tahun 2021 (year-to-date/ytd), indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat menguat sebesar 7,59% dengan non residen membukukan pembelian bersih sebesar Rp81,49 triliun.

Sementara di pasar obligasi, indeks pasar obligasi Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat 3,24% (mtd) dan 2,75% (ytd) ke level 341,96. Untuk pasar obligasi korporasi, aliran dana keluar investor non residen tercatat sebesar Rp40 miliar (mtd) atau Rp530 miliar (ytd).

Di pasar SBN, sambung Inarno, non residen mencatatkan modal masuk Rp23,7 triliun (mtd) sehingga mendorong penurunan imbal hasil (yield) SBN rata-rata sebesar 43,32 basis poin (bps) mtd di seluruh tenor.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Kata Inarno, secara ytd, yield SBN telah meningkat rata-rata sebesar 57,54 bps di seluruh tenor dengan non residen mencatatkan jual bersih sebesar Rp154,41 triliun. Lebih lanjut, kata dia, kinerja reksa dana mengalami penurunan tercermin dari penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) sebesar 1,26% (mtd) di Rp 512,17 triliun dan tercatat nett redemption sebesar Rp9,75 triliun (mtd).

Dibanding level akhir tahun 2021, NAB turun sebesar 11,46% dan masih tercatat nett redemption sebesar Rp78,35 triliun, namun minat masyarakat untuk melakukan pembelian reksa dana masih tinggi ditandai nilai subscription sebesar Rp849,88 triliun.

Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/12/2022), IHSG ditutup melemah 94,76 poin atau 1,36% ke posisi 6.892,57. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 17,31 poin atau 1,77% ke posisi 961,84.

Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya menjelaskan, IHSG dan mayoritas bursa regional Asia tertahan di zona negatif yang tampaknya pasar terseret sikap pelaku pasar dan investor sehubungan dengan data sektor jasa Amerika Serikat (AS) ISM Services Index yang naik. ISM Services Index naik dari sebelumnya 54,4 menjadi 56,4 yang menunjukkan aktivitas industri jasa Amerika Serikat secara tak terduga meningkat pada November.

Pelaku pasar tampak berpandangan di tengah pemulihan ekonomi AS dan pemulihan aktivitas bisnis tentunya berpotensi membuat lonjakan permintaan, sehingga pelaku pasar berspekulasi bahwa The Fed akan kembali mengevaluasi kenaikan suku bunga acuannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini