“Kami optimistis mencapai target baik dari sisi penjualan maupun dari sisi laba bersih,” katanya.
Adapun untuk tahun 2023, SLIS akan fokus untuk melakukan publikasi dan penjualan baik melalui media sosial, platform e-commerce (dagang-el), maupun kanal distribusi offline seperti pasar modern dan tradisional.
Skema penjualan akang menggunakan business-to-consumer (B2C) dan business to government (B2G). Dalam skema pemasaran offline, SLIS akan mengoptimalkan lebih dari 400 titik jaringan penjualan seperti distributor, gerai pajang, toko ritel, dan point of sales/POS di Indonesia.
Kuartal tiga 2022, SLIS mencatat laba bersih Rp25,46 miliar. Melejit 25% dari priode yang sama sama tahun lalu Rp19,98 miliar. Laba per saham menanjak menjadi Rp12,57 dari sebelumnya Rp10,01. Penjualan Rp356,92 miliar, menanjak 11% dari fase sama tahun lalu Rp321,17 miliar.
Carga pokok penjualan Rp301,34 miliar, bengkak 12% dari episode sama tahun lalu Rp268,67 miliar. Laba kotor Rp55,58 miliar, naik 5,8% dari edisi sama tahun lalu Rp52,49 miliar.
Kemudian beban penjualan Rp2,37 miliar, turun dari Rp3,49 miliar. Beban umum dan administrasi Rp11,26 miliar, turun dari Rp11,38 miliar. Beban keuangan Rp9,11 miliar, naik tipis dari Rp11,05 miliar. Beban lain-lain Rp295,25 juta, turun dari Rp834,42 miliar.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.