“Kami senang berkolaborasi dengan Bank Mandiri dan Bank DBS Indonesia, dan berharap kerja sama ini dapat memberikan kontribusi positif pada Indonesia yang lebih berkelanjutan,” imbuh Dicky.
Dalam kesempatan yang sama, SVP Corporate Finance & Investor Relations TOBA, Mirza Rinaldy Hippy menjelaskan bahwa pinjaman ini memiliki jangka waktu lima tahun, dengan tipe pinjaman term loan atau jenis pinjaman yang pencairannya dapat dilakukan sekaligus atau bertahap sesuai dengan kesepakatan antara debitur dengan bank.
“Untuk porsinya sama, 50-50 antara Bank DBS dan Bank Mandiri,” ucap Mirza.
Pasca resmi mengakuisisi AMES, Mirza menyebut perseroan akan menyiapkan strategi pertumbuhan dengan membawa standar Singapura untuk diterapkan di Indonesia, Malaysia dan sejumlah negara regional lainnya yang telah dibidik perseroan.
Melalui akuisisi ini, lanjut Mirza, perseroan berharap para pemangku kepentingan dapat melihat upaya TBS Energi mengedepankan arah bisnis yang lebih hijau dan berkelanjutan. Di mana, perseroan juga sebelumnya telah mengurangi porsi sahamnya di Paiton Energy yang kini mengoperasikan tiga pembangit listrik batu bara di pembangkit listrik Paiton di Probolinggo, Jawa Timur.
“Itu yang kami harapkan, investor mungkin bisa melihat kami sangat serius dan beruntung dibantu oleh temen-teman dari perbankan,” imbuh Mirza.
TBS Energi secara efektif mengakuisisi Asia Medical Enviro Services alias AMES pada 28 Agustus 2023 lalu. Akuisisi ini dilakukan melalui anak perusahaan TOBA yaitu Taonga Holdings Pte. Ltd. Secara jangka panjang, akuisisi ini diyakini akan memperkuat kondisi keuangan perseroan.
(Taufik Fajar)