Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inflasi AS Meroket, Tembus 3,4% di Desember 2023

Dinar Fitra Maghiszha , Jurnalis-Kamis, 11 Januari 2024 |20:54 WIB
Inflasi AS Meroket, Tembus 3,4% di Desember 2023
Inflasi AS Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Amerika Serikat mencatatkan kenaikan inflasi sebesar 3,4% year-on-year (yoy) pada Desember 2023. Angka itu lebih tinggi dari ekspektasi pasar 3,2% yoy, sekaligus naik dari periode sebelumnya 3,1% yoy.

Data Biro Statistik Departemen Tenaga Kerja juga mencatat inflasi inti (Core Inflation) yang tidak termasuk komponen pangan dan energi juga naik menjadi 3,9% yoy, meningkat tipis dari konsensus pasar 3,8% yoy, tetapi lebih rendah dari periode November 4,0% yoy.

Secara bulanan, inflasi AS tumbuh 3,4% month-on-month (MoM), lebih tinggi dari sebelumnya 3,1% (MoM). Inflasi inti bulanan juga naik 0,3% MoM.

Salah satu penyumbang inflasi adalah kenaikan harga pangan dan sewa properti. Data malam ini memberi sinyal bahwa perjuangan bank sentral AS atau Federal Resere belum berakhir.

Sebagaimana diketahui, puncak inflasi AS terjadi sebesar 9,1% pada Juni 2022, yang notabene tertinggi dalam 40 tahun terakhir, lalu mulai mendingin sejak saat itu.

Mengutip Associated Press, Kamis (11/1), The Fed telah mengerek suku bunga acuan secara agresif sejak Maret 2022, dan memutuskan berhenti pada Juli 2023

Target Fed tetap sama, yakni inflasi harus masuk di level 2% sebelum berencana untuk memangkas suku bunga acuan. Konsensus pasar masih meyakini lembaga pimpinan Jerome Powell itu akan mulai mengurangsi 25 bps pada Maret 2024.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement