”Pekerjaan ini adalah mulia dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. Jaga kesehatan dan berbaik-baiklah dengan lingkungan,” pesan Erwin.
Selain 510 mahasiswa (terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi), BPS juga mengerahkan 50 pegawai pusat serta personel BPS daerah setempat. Mereka akan bertugas sebagai enumerator untuk mendata rumah tangga terdampak, tingkat kerusakan rumah, hingga fasilitas umum yang hancur.
Proses pendataan dilakukan dengan standar akurasi tinggi, meliputi:
- Kunjungan langsung ke rumah warga dan kamp pengungsian.
- Pencatatan kondisi infrastruktur menggunakan foto dan titik koordinat (geotagging).
- Pemadanan hasil lapangan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Seluruh data ini nantinya akan dikolaborasikan dengan data milik pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hasil akhirnya akan digunakan oleh Satgas untuk menyusun strategi pemulihan agar bantuan serta program pembangunan kembali infrastruktur dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran bagi para penyintas bencana di Sumatera.
(Taufik Fajar)