Sementara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bicara soal isu harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax naik pada 1 April 2026. Bahkan, menurut kabar, harga Pertamax naik Rp5.550 dari Rp12.300 per liter menjadi Rp17.850 per liter.
Bahlil menjelaskan bahwa mekanisme penentuan harga BBM telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM tahun 2022. Hal ini menanggapi kabar wacana kenaikan harga BBM non-subsidi sebesar 10% mulai 1 April 2026.
"Gini. Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," kata Bahlil di sela mendampingi Presiden Prabowo Subianto kunjungan kerja di Jepang, Senin (30/3/2026).
Bahlil menegaskan bahwa BBM industri, seperti bensin dengan RON 95 dan 98, memang diperuntukkan bagi masyarakat mampu dan mengikuti harga pasar tanpa intervensi pemerintah.
"Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, 98 itu kan orang-orang yang mampulah seperti mohon maaf contoh Pak Rosan, Pak Seskab masa pakai minyak subsidi ya kan? Dan selama mereka mau jalan banyak selama ada uang untuk bayar monggo tugas negara menyiapkan yang membayar mereka itu tidak ada tanggungan negara sama sekali," jelas Bahlil.
Sementara itu, Bahlil memastikan pemerintah tetap memprioritaskan kebijakan untuk harga BBM subsidi dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat.
"Yang kita fokus itu adalah menyangkut dengan subsidi. Nah tadi saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat. Insyaallah baik nanti tunggu tanggal mainnya ya," katanya.
Di sisi lain, Bahlil memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar subsidi masih tetap stabil di tengah lonjakan harga minyak dunia yang mencapai USD115 per barel. Harga BBM subsidi saat ini masih berada di level Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk solar subsidi (Biosolar).
"Harga sekarang (minyak mentah) sudah mencapai USD115. Oh di dalam negeri masih stabil. Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil," ujar Bahlil.
Namun demikian, Bahlil belum dapat memastikan apakah harga BBM subsidi akan mengalami kenaikan ke depan. Dia menegaskan bahwa keputusan akhir akan ditentukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," kata Bahlil.
Dia menambahkan bahwa Presiden terus mempertimbangkan keseimbangan antara pembangunan negara dan kondisi masyarakat. "Bapak Presiden kita ini kan tiap hari memikirkan tentang bagaimana pembangunan negara tapi juga bagaimana memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat kita di bawah," kata Bahlil.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.