Ateng menyoroti bahwa peningkatan ini terjadi di seluruh golongan penggunaan barang, dengan kontribusi utama berasal dari bahan baku dan penolong yang sangat krusial bagi industri domestik.
"Penyumbang utama peningkatan impor untuk nilai impor bahan baku dan penolong mencapai USD29,40 miliar atau naik 9,27 persen dibandingkan yang sama tahun yang lalu. Impor bahan baku penolong yang naik cukup besar terutama di sini logam mulia, perhiasan atau permata (HS71), mesin dan perlengkapan elektrik (HS85), serta berbagai produk kimia (HS38)," jelasnya.
Dilihat dari kawasan asal, China masih menjadi mitra utama penyedia barang impor bagi Indonesia. Selain China, peningkatan impor yang signifikan juga tercatat berasal dari Australia, Singapura, dan kawasan Uni Eropa.
Sementara itu, aktivitas impor dari kawasan ASEAN dilaporkan mengalami penurunan di periode ini.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.