Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral, Purbaya Pastikan Tak Ada Anggaran Motor Listrik BGN pada 2026

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 08 April 2026 |14:55 WIB
Viral, Purbaya Pastikan Tak Ada Anggaran Motor Listrik BGN pada 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak ada alokasi anggaran untuk pengadaan motor listrik bagi Badan Gizi Nasional. (Foto: Okezone.com/Binti)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak ada alokasi anggaran untuk pengadaan motor listrik bagi Badan Gizi Nasional (BGN) pada 2026. Pernyataan ini merespons sorotan publik terkait pemesanan puluhan ribu unit motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Purbaya menjelaskan, unit motor yang saat ini dilaporkan mulai tiba merupakan hasil pengadaan dari tahun anggaran sebelumnya yang telah dibayarkan.

“Anggaran itu dari tahun lalu. Untuk tahun ini tidak ada. Tahun 2025 sudah berjalan, tetapi untuk tahun ini kami pastikan tidak ada lagi dan sudah dihentikan,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia mengatakan telah melakukan pengecekan dan memastikan pos anggaran untuk kendaraan operasional tersebut telah dipangkas. Namun, ia belum memastikan detail terkait penyesuaian tersebut dan akan mengonfirmasi kembali kepada Direktorat Jenderal Anggaran.

“Sudah kami pantau dan dipotong. Untuk detailnya saya akan cek lagi ke Dirjen Anggaran,” katanya.

Terkait unit motor yang telah tiba tetapi belum didistribusikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Purbaya meminta agar hal tersebut dikonfirmasi kepada pihak BGN.

“Anggarannya sudah dibayarkan tahun lalu, sehingga barangnya datang sekarang. Untuk distribusinya, silakan ditanyakan ke BGN,” ujarnya.

Polemik pengadaan ini mencuat setelah muncul informasi bahwa BGN memesan motor listrik dalam jumlah besar untuk mendukung distribusi program MBG.

Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah pengadaan mencapai lebih dari 21.000 hingga 25.000 unit motor listrik untuk operasional petugas di lapangan.

 

Proyek tersebut diperkirakan menelan anggaran hingga Rp1,2 triliun. Besarnya nilai pengadaan ini menuai kritik di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi belanja negara.

Sejumlah pihak mempertanyakan prioritas pengadaan tersebut, mengingat fokus utama program MBG dinilai seharusnya pada peningkatan kualitas gizi dan perluasan jangkauan distribusi kepada anak-anak.

Meski anggaran untuk 2026 dipastikan tidak tersedia, sejumlah unit motor dilaporkan telah tiba dan masih tersimpan di gudang, namun belum didistribusikan ke SPPG di berbagai daerah.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas perencanaan dan pengelolaan aset di lembaga tersebut.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement