JAKARTA — Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan tidak ada impor beras pada 2026. Pasalnya, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kini mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, yakni sebesar 5.000.198 ton per April 2026.
Tingginya stok tersebut menjadi indikator kuat bahwa produksi beras dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional tanpa harus bergantung pada impor.
Ia menegaskan pemerintah optimistis tidak akan melakukan impor beras sepanjang 2026.
“Indonesia pernah impor beras pada 2023 dan 2024, sekitar 7 juta ton termasuk jagung, dengan nilai kurang lebih Rp100 triliun. Alhamdulillah kita tidak impor di 2025. Insya Allah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi,” kata Amran, Jumat (24/4/2026).
Meski demikian, lonjakan stok beras turut menghadirkan tantangan baru, terutama terkait kapasitas penyimpanan. Amran menjelaskan bahwa gudang milik Perum Bulog saat ini hanya mampu menampung sekitar 3 juta ton.
Untuk mengatasi kelebihan stok, pemerintah telah menyewa tambahan gudang dengan kapasitas sekitar 2 juta ton. Selain itu, pemerintah juga menambah lagi kapasitas sewa sekitar 1 juta ton untuk mengantisipasi peningkatan stok dalam waktu dekat.
“Total kapasitas gudang di sini saja, Karawang, kita sewa 102.000 ton, yang sudah terisi 80.000 ton. Mungkin dua minggu ke depan ini penuh lagi. Sekarang kita sudah sewa gudang di seluruh Indonesia, 2 juta ton. Kapasitas gudang kita hanya 3 juta ton, dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1 juta ton kapasitasnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Amran menilai kondisi ini menunjukkan perbaikan signifikan dalam ketahanan pangan nasional. Dengan stok melimpah dan tanpa ketergantungan impor, ia optimistis ketahanan pangan Indonesia semakin kuat ke depan.
“Insya Allah 2026 tidak impor beras. Cadangan kita adalah yang tertinggi sepanjang sejarah di bulan April ini,” pungkas Amran.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.