Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Patungan APBN Rp800 Triliun untuk Lunasi Utang Negara, Ini Faktanya

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 03 Mei 2026 |09:00 WIB
 Viral Patungan APBN Rp800 Triliun untuk Lunasi Utang Negara, Ini Faktanya
Viral Patungan APBN Rp800 Triliun untuk Lunasi Utang Negara, Ini Faktanya (Foto: Tangkapan Layar)
A
A
A

2. Minta Masyarakat Jangan Mudah Percaya

Pemerintah menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber dari saluran komunikasi resmi instansi negara.

"Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Kementerian Keuangan," tambahnya.

3. Viral Patungan APBN

Penelusuran Okezone menemukan bahwa isu ini bermula dari unggahan akun X (dahulu Twitter) bernama @iPoopBased, yang secara profil dikenal sebagai akun parodi.

Dalam unggahan tersebut, akun tersebut menuliskan narasi: "Indonesia's government launches 'Patungan APBN' on Kitabisa.com to address state debt."

Cuitan ini disertai dengan tangkapan layar hasil rekayasa digital (editing) yang memperlihatkan halaman kampanye donasi di Kitabisa dengan foto Presiden Prabowo Subianto.

Dalam gambar rekayasa tersebut, ditampilkan seolah-olah dana yang terkumpul telah mencapai Rp137,42 miliar dari target ambisius sebesar Rp800 triliun.

Meski jelas dimaksudkan sebagai konten komedi atau "lucu-lucuan" oleh pembuatnya, tangkapan layar tersebut tersebar luas dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat yang menganggapnya sebagai kebijakan resmi pemerintah.

Kemenkeu kembali mengingatkan bahwa pengelolaan utang negara dilakukan melalui mekanisme APBN yang sah dan diawasi oleh undang-undang, bukan melalui penggalangan dana publik secara informal.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement