Krisis geopolitik di Timur Tengah, khususnya gangguan di jalur perdagangan minyak dunia Selat Hormuz, menjadi faktor utama yang mendorong Indonesia untuk segera beralih dari bahan bakar fosil ke energi baru dan terbarukan.
Transisi ke EV dianggap sebagai langkah krusial untuk memangkas ketergantungan terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang rentan terhadap gejolak global.
"Dulu waktu kita desain program EV itu kan masih kita menggunakan pendekatan pengurangan emisi. Itu juga penting. Nah tapi sekarang dengan adanya pengalaman kita mengatakan Hormuz sehingga itu juga harus dikaitkan dan mungkin lebih penting terhadap ketahanan energi," tutur Agus.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.