Sementara itu, pada periode 2021 hingga 2025, jumlah perusahaan tercatat yang membukukan laba bersih berada di kisaran 73-76 persen. Adapun sisanya belum berhasil mencetak keuntungan.
"Kuartal I tahun 2026, 80 persen perusahaan tercatat membukukan laba bersih. Itu menunjukkan bahwa fundamental perusahaan tercatat kita saat ini dalam kondisi baik," kata Jeffrey.
Jeffrey berharap laporan keuangan perusahaan tercatat dapat menjadi acuan bagi investor sebelum mengambil keputusan investasi sesuai dengan profil risiko masing-masing. Ia juga mengimbau investor untuk tetap rasional dan mempertimbangkan fundamental perusahaan dalam berinvestasi.
"Tentu ini (laporan keuangan) dapat dijadikan landasan untuk mengambil keputusan bagi para investor," tambahnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.