"Indikasi awal menunjukkan jumlah bank yang memanfaatkan KLM meningkat drastis, dari sebelumnya 64 bank menjadi 68 bank. Ini menunjukkan aspek positif distribusi bank yang funding-nya turut meningkat," ungkap Solikin.
Di samping itu, minat penyaluran kredit (lending appetite) perbankan dinilai tetap longgar, ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 10,94 persen (year-on-year). Berdasarkan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 akan tetap terjaga sesuai target pada kisaran 8–12 persen.
Di tengah laju pembiayaan yang tinggi, ketahanan sektor perbankan tetap kokoh. Hal ini tecermin dari Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan posisi Juli 2026 yang berada di level tinggi sebesar 23,84 persen.
Kualitas aset juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) agregat yang rendah, yaitu 2,10 persen (bruto) dan 0,81 persen (neto) per Juli 2026. Sementara dari sisi penyangga likuiditas, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) berada pada posisi stabil di tingkat 23,04 persen per Agustus 2026.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.