Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 24 September 2026 |12:28 WIB
BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah Dekati Rp18.000 per Dolar AS
BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah Dekati Rp18.000 per Dolar AS (Foto: Okezone)
A
A
A

BI memperkuat langkah stabilisasi dan pemenuhan kecukupan likuiditas melalui peningkatan insentif Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai (hedging) untuk pendanaan luar negeri, yang mencakup transaksi modal portofolio, pinjaman luar negeri perbankan, hingga penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI).

Langkah intervensi dijalankan secara berkesinambungan melalui berbagai saluran instrumen pasar uang.

"Intervensi dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, spot dan DNDF di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar juga terus diperkuat," jelas Erwin.

Meski mengalami volatilitas harian, BI menilai pergerakan Rupiah secara umum masih relatif terjaga dan bergerak seirama dengan mata uang di kawasan regional.

"Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan penguatan secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,46%. Cadangan devisa meningkat menjadi USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026," ujar Erwin.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement