Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Prabowo Reshuffle Kabinet Menteri dan Wamen Ekonomi, Ada yang Rangkap Jabatan

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 03 Oktober 2026 |07:01 WIB
5 Fakta Prabowo Reshuffle Kabinet Menteri dan Wamen Ekonomi, Ada yang Rangkap Jabatan
5 Fakta Prabowo Reshuffle Kabinet Menteri dan Wamen Ekonomi, Ada yang Rangkap Jabatan (Foto: Okezone)
A
A
A

3. Bahlil Rangkap Jabatan

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Penunjukan tersebut juga menambah tugas Bahlil yang juga rangkap jabatan sebagai Menteri ESDM. Sebab agenda hilirisasi maupun transisi energi memerlukan koordinasi lintas instansi dan pemangku kepentingan. 

Bahlil mengaku tidak ada rencana maupun target kinerja dalam 3 bulan. Sebab setiap pekerjaan, baik posisinya sebagai Menko maupun Menteri ESDM, dikerjakan setiap hari. 

"Saya selalu bekerja tiap hari, bukan per 3 bulan ya, tiap hari, tiap hari, jadi saya kerja, berpikir, kerja, berpikir, berpikir, kerja. Demikian, terima kasih," kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (1/9/2026).

Bahlil mengatakan penugasan baru tersebut merupakan bentuk panggilan pengabdian kepada Indonesia. Dia menegaskan akan menjalankan tugas dengan totalitas, baik sebagai Menko maupun Menteri ESDM.

"Secara kebetulan kami ditugaskan oleh Bapak Presiden untuk mendapat tugas amanah baru. Selain menjadi Menteri ESDM, saya juga merangkap menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi," tambah Bahlil. 

4. Alasan Prabowo Bentuk Menko Hilirisasi dan Transisi Energi

Bahlil Lahadalia mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto membentuk Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. 

Menurut Bahlil, agenda hilirisasi dan transisi energi dinilai semakin penting di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi global. Sebab kondisi geopolitik menentukan nasib ketahan negara baik dari sisi pengelola fiskal maupun perekonomian masyarakat. 

"Kedua kenapa ini penting, kita tahu bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu dan konstelasi dinamika ekonomi dunia juga yang menuntut untuk terjadinya energi yang bersih," ujar Bahlil.

Menurut dia, transisi energi sudah menjadi komitmen pemerintah karena menjadi bagian dari komitmen Indonesia terhadap kesepakatan global dalam Paris Agreement untuk menurunkan emisi karbon. 

"Maka Bapak Presiden memandang penting untuk program-program prioritas terkait dengan hilirisasi, terkait dengan transisi energi sebagai komitmen global dari Paris Agreement," katanya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement