Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Emiten ENRG Investasikan Rp3,6 Triliun di Perusahaan Migas AS

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 06 Oktober 2026 |21:24 WIB
Emiten ENRG Investasikan Rp3,6 Triliun di Perusahaan Migas AS
BEI (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menginvestasikan USD200 juta atau sekitar Rp3,6 triliun pada perusahaan minyak dan gas asal Amerika Serikat, HighPeak Energy Inc. (NASDAQ: HPK). Investasi tersebut dilakukan melalui pembelian saham preferen konversi yang baru diterbitkan HighPeak.

EMP telah menandatangani perjanjian investasi dengan HighPeak pada Selasa (6/10/2026). Berdasarkan kesepakatan, saham preferen tersebut dapat dikonversi menjadi saham biasa HighPeak sesuai dengan mekanisme dan ketentuan konversi yang berlaku.
Investasi ini menjadi bagian dari strategi EMP untuk memperluas pertumbuhan bisnis melalui kombinasi ekspansi organik dan anorganik, baik di Indonesia maupun pasar internasional.

Direktur Utama dan CEO EMP Syailendra S. Bakrie mengatakan investasi tersebut diharapkan dapat memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham perseroan.

“Kami akan tetap berfokus pada kombinasi ekspansi organik dan anorganik. Kami akan terus meningkatkan produksi dan mengoptimalkan nilai dari aset-aset yang kami operasikan saat ini, sekaligus secara disiplin mencari peluang pertumbuhan anorganik, baik di Indonesia maupun di pasar internasional,” ujar Syailendra.

Menurut dia, investasi di HighPeak merupakan salah satu langkah penting dalam strategi pertumbuhan EMP. Perseroan juga melihat potensi nilai jangka panjang dari investasi tersebut dengan dukungan pengalaman manajemen dan kapabilitas operasional HighPeak.

Wakil Direktur Utama dan CFO EMP Edoardus Ardianto mengatakan kerja sama tersebut diharapkan menghasilkan sinergi melalui transfer pengetahuan teknis dan penciptaan nilai tambah antara portofolio EMP dan aset-aset HighPeak.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement