JAKARTA - Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia berbicara terkait dugaan penyebab pemadaman listrik atau blackout yang terjadi wilayah Batam, Kepulauan Riau pada Senin (12/10/2026).
Dia mengatakan, blackout tersebut diduga terjadi berkaitan dengan persoalan teknis pada jaringan listrik dan kemungkinan adanya hewan yang terkena jaringan.
"Ini kan saya juga tadi menyampaikan karena diskusi tentang bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan apa namanya? Perbaikan yang lebih intensif lagi. Agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat," kata Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Rabu (14/10/2026).
Bahlil mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, terjadinya blackout di Batam terdapat sejumlah persoalan teknis.
"Iya, ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam itu. Ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir dan menurut mereka (PLN) ya. Dan ada kesalahan teknis lah, kira-kira begitu," ujarnya.
Bahlil mengungkapkan, insiden itu juga terjadi kemungkinan adanya hewan yang terkena jaringan listrik. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut hasil pemeriksaan teknis atas kejadian tersebut.
"Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena kelelawar atau apa, kira-kira begitu ya," jelas Bahlil.
Sebagai informasi, pemadaman listrik di Batam terjadi pada Senin (12/10/2026) pagi dan dilaporkan berlangsung lebih dari 15 jam.
Gangguan yang mulai terjadi sekitar pukul 06.20 WIB tersebut berdampak pada aktivitas rumah tangga, komunikasi, perdagangan, hingga mobilitas masyarakat.
Sejumlah layanan dasar juga dilaporkan terganggu, termasuk pasokan air bersih dan koneksi internet. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terhambat selama pemadaman berlangsung.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.