nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Dampak Bencana, Penataan Wilayah Pemukiman RI Mesti Dikaji Ulang

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 13:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 12 320 1963085 antisipasi-dampak-bencana-penataan-wilayah-pemukiman-ri-mesti-dikaji-ulang-rnxRTN29KX.jpg Kondisi Gempa dan Tsunami di Palu (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta agar Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) mengkaji ulang penataan wilayah pemukiman. Penataan wilayah pemukiman bisa disesuaikan dengan letak geografis dan juga kondisi daerah serta bagaimana dampaknya terhadap bencana.

Tujuannya adalah agar jumlah korban jiwa akibat bencana bisa diminimalisir. Apalagi, kondisi lndonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif utama dunia (Indo Australia, Pasifik dan Eurasia) memiliki potensi bencana geologi seperti gempa bumi yang dalam beberapa kasus disertai dengan kejadian tsunami.

Baca Juga: Belajar dari Tsunami Palu, Menteri Jonan Ingin Peringatan Dini Bencana Ditingkatkan

"Perlu adanya kajian kembali lebih keilmuwan daerah mana sebenarnya yang bisa digunakan untuk hunian manusia atau dalam berbagai kegiatan atau yang tidak mudah digunakan untuk hunian manusia dengan berbagai kegiatan," ujarnya dalam acara seminar di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Selain itu lanjut Jonan, sebelumnya memberikan izin mendirikan pemukiman ATR harus melakukan kajian-kajian secara mendalam terkait potensi gempa dan bencana lainnya. Sehingga ketika bencana terjadi, risiko terjadinya korban yang besar bisa dicegah lebih awal.

"Penting tidak sih diinformasikan? Saya kira harus ada Badan otoritas untuk menginformasikan. Saran saya itu mungkin otoritas ATR. Kita mendukung dari badan geologi, BMKG dan sebagainya. Perlu ada satu yang menginformasikan untuk bisa menjelaskan dan ada pencegahan sebelumnya. Kemudian kalau tidak cocok sama tata ruangnya gimana?," jelasnya.

Baca Juga: Kementerian ESDM Rapatkan Barisan, Cari Apa yang Terbaik untuk Palu

Menurut Jonan, Indoensia perlu menetapkan peringatan tanggal bencana. Artinya bagaimana Indonesia harus bisa memberikan peringatan dini ketika adanya bencana.

Sebab, tidak ada yang tahu kapan bencana alam akan terjadi. Bahkan, meskipun di Indonesia banyak ilmuwan sekalipun, tidak ada yang tahu kapan bencana alam akan datang.

"Apakah kita bisa tahu kapan gempa itu akan terjadi dan besarnya seberapa. Secara ilmiah tidak bisa. Gunung meletus pun kapan dan sebesar apa kita tidak tahu," kata Jonan

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini