Korsel Hibahkan USD10 Juta Untuk Bantu Sulawesi Tengah

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 17:52 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 04 320 1986762

JAKARTA - Indonesia menerima hibah sebesar USD10 juta dari Korea Selatan untuk membantu rehabilitasi dan rekonstruksi Sulawesi Tengah pasca gempa dan tsunami yang terjadi pada 28 September 2018 lalu.

Komitmen pemberian hibah itu di bawah kerangka Kerjasama Strategis Khusus Korea-Indonesia. Di mana pertemuan bilateral kedua negara ini dilakukan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Duta Besar Korea Selatan untuk lndonesia Kim Chang-beom di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Baca Juga: Proyek Infrastruktur Harus Perhatikan Lokasi Jalur Sesar Aktif, Guncangan hingga Likuifaksi

"Kami sangat mengapresiasi hibah Pemerintah Korea Selatan yang akan digunakan sebaik-baiknya untuk rehabilitasi pasca bencana gempa, tsunami, banjir, dan likuifaksi tanah yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah. Pemerintah Indonesia akan terus berupaya mendorong efektivitas dan efisiensi mitigasi bencana di Indonesia agar dapat meminimalkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur ketika bencana terjadi," Bambang di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Dari jumlah tersebut, dana tunai senilai USD2,5 juta telah diberikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di mana sebesar USD1 juta dalam bentuk tunai, sedangkan sebesar USD1,5 juta sudah diberikan sebelumnya pada 11 Oktober 2018, dalam bentuk sumbangan 160 set tenda, dan pengiriman dua pesawat pengangkut militer (C-130 Hercules) pada 8-26 Oktober 2018, serta satu pesawat pengangkut militer (C-130 Hercules) pada 9-30 November 2018.

Baca Juga: Huntara Bisa Dihuni pada Desember, Intip Fasilitas Kerennya

Sisa bantuan sebesar USD7,5 juta akan disalurkan ke dua bentuk kerja sama hibah, yakni USD2,5 juta bagi proyek-proyek tambahan untuk pemulihan bencana yang bertujuan merelokasi penduduk. Kemudian USD 5 juta untuk proyek rekonstruksi yang akan dimasukkan sebagai program bantuan hibah multi-tahun Korea International Cooperation Agency (KOICA). 

"Jadi sisinya yakni USD2,5 juta dialokasikan untuk BNPB yang akan memutuskan penggunaan uang itu untuk orang-orang di daerah yang terkena dampak. Kemudian USD5 juta akan didiskusikan melalui Bappenas, karena Bappenas sekarang menyusun rencana induk untuk rehabilitasi di daerah-daerah," ujar Kim Chang-beom dalam kesempatan yang sama.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini