Share

Penyiar Radio Banting Setir Jualan Es Durian, Begini Kisahnya

Rabu 17 Juni 2020 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 320 2231761 penyiar-radio-banting-setir-jualan-es-durian-begini-kisahnya-rdbsmuQa9w.jfif Durian (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Perempuan asal Desa Jati, Jaten, Nur Hanifah (35) memutuskan mengakhiri kariernya yang dibangun selama belasan tahun sebagai penyiar radio dan asisten notaris. Dia kini banting setir dan memilih menjadi seorang pengusaha.

Berangkat dari hobinya menyantap durian, ia mencoba meramu daging si raja buah itu menjadi minuman berasa nikmat. Awalnya ia hanya membuka pesanan dari teman-teman yang terdaftar di buku telepon ponselnya. Sup buah durian dibikinnya bisa sampai 30 cup per hari. Kemudian diantarnya ke pemesan asal Karanganyar kota di sela kesibukannya mengantar jemput si buah hati.

Baca juga: Petani Milenial Sukses Kembangkan Bisnis, Dulu 2 Ha Kini Miliki Lahan 400 Ha

β€œDulu itu, saya bertekad jika anak ketiga sudah lahir, Saya mau full mengurus mereka. Tidak hanya diurus orang lain atau pengasuh. Namun setelah lama-kelamaan di rumah, terpanggil jiwa wirausaha. Awalnya menjadi reseller produk fashion. Tapi sekarang banyak saingannya. Kebetulan saya hobi makan durian. Saya juga paham betul pehobi durian pasti rela bayar ekstra asalkan keinginannya menyantap durian terpenuhi. Makanya, saya memberanikan diri membuat sup buah durian. Dijual ke teman-teman saja yang ada di Karanganyar kota,” katanya dilansir dari KRJOGJA, Rabu (17/6/2020).

Sup buah yang dibikinnya istimewa. Ia tidak memakai sedikit pun penguat rasa maupun pengawet. Racikannya murni air dan daging durian. Pemberian es batu juga tergantung selera. Lantaran orderannya lumayan banyak, ia lalu membuka outlet Ais Duren. Tak hanya sup durian yang dijualnya di warung yang terletak di Jl Kapten Mulyadi Jungke Karanganyar ini.

Baca juga: Terpuruk Imbas Covid-19, UMKM Cobalah Lakukan Hal Ini untuk Bangkit

Namun juga varian rasa seperti Ais Duren Nata De Coco, Ais Choco, Ais Choco Oreo, Asi Chinno Oreo serta Ais Duren Original dan Double Duren. Varian tersebut dikreasi sesuai selera kaum milenial. Ia memasang harga terjangkau dan cenderung murah bagi mereka yang tahu betul tentang durian. Ais durian per cup hanya Rp11 ribu. Sedangkan double duren Rp15 ribu. Untuk ukuran normal, isi cupnya tergolong penuh dengan bobot daging 80 gram.

β€œAis Duren original dibuat dari daging durian asli tanpa pemanis dan bahan pengawet. Bagi pehobi durian, ini murah. Saya enggak apa-apain duriannya. Daging buah juga tidak diblender. Rasanya legit dan tersedia di sepanjang musim,” katanya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Mengenai bahan bakunya, ia menggandeng suplier. Ia memesan daging durian beku secukupnya. Supliernya tahu persis keinginan Nur Hanifah, sehingga mengirim durian beku dengan daging tebal serta berasa manis.

Ia sangat terbantu dengan sistem penjualan online melalui aplikasi jasa kurir. Sup durian di kemasan plastik disarankan segera diminum dalam kondisi suhu ruangan. Minuman tersebut dapat bertahan maksimal sepekan di kulkas namun bisa lebih lama jika disimpan di dalam freezer.

β€œDi masa pandemi Corona ini, penjualan menurun. Namun saya tidak patah semangat karena penikmat durian tidak pernah beralih. Kami juga buka tanpa terhalang musim. Harga tetap sama dengan kualitas istimewa,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini