Setelah halus selanjutnya jus kulit kulit pisang ini direbus hingga mendidih kemudian diberi campuran bakteri dan urea sebagai bahan untuk fermentasi. Proses terakhir memasukan cairan kulit pisang dimasukkan ke dalam ember lalu membiarkannya selama tujuh hari.
Baca Juga: Memulai Bisnis Pakai Duit Pesangon yang Minim Risiko, Untungnya Gede
Setelah tujuh hari difermentasi, cairan kulit pisang tersebut sudah berubah menjadi nata de banana. Ide membuat nata de banana ini muncul lantaran banyaknya limbah kulit pisang di wilayah ini.
Nata kulit pisang ini kemudian dicampur dengan potongan buah dan sirup untuk dijadikan minuman segar. Menurut para pelanggan, nata de banana ini lebih enak dan empuk dibanding dengan nata de coco.
Setiap hari pemilik kedai rata-rata menghabiskan hingga 2 kg nata de banana. Harganyapun cukup terjangkau, hanya dengan Rp10.000 sudah bisa menikmati minuman segar dari kulit pisang ini.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.