RI Bakal Terima Vaksin Gratis Produksi Pfizer hingga Moderna

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 320 2343558 ri-bakal-terima-vaksin-gratis-produksi-pfizer-hingga-moderna-3puftubrYu.jpg RI Bakal Dapat Vaksin Gratis Berkat Kerjasama dengan GAVI. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah akan mendapatkan suplai vaksin Covid-19 secara gratis melalui kerjasama multilateral dengan The Global Alliance for Vaccines and Immunisation (GAVI).

Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, vaksin tersebut kemungkinan akan sampai di Indonesia lebih cepat, sekitar akhir Februari atau awal Maret.

Baca Juga: Sinovac Berlabel Halal, Bos Biofarma: Belajar dari Vaksin Rubella

“Kerjasama multilateral kita dengan GAVI juga kelihatannya akan menghasilkan keputusan yang baik. Diharapkan minimal 54 juta dosis, maksimal bisa menjadi 108 juta dosis vaksin gratis kita bisa dapatkan dari GAVI,” kata Menkes di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Adapun pilihan vaksinnya adalah produksi Pfizer, AstraZeneca, Novavax, dan Moderna yang sudah dapat izin persetujuan dari negara asalnya.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Sinovac Dapat Sertifikat Halal, Biofarma: Bisa Jalankan Vaksinasi

Vaksinasi merupakan langkah yang sangat penting untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Hal tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah untuk menjaga kesehatan rakyat sekaligus menjaga kesehatan keuangan negara.

Sebagai informasi, penandatangan formulir B vaksin GAVI COVAX Facilities telah dilakukan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dengan Menkes pada Kamis, 7 Januari 2021.

Sebelumnya, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menceritakan proses dari sertifikasi halal Vaksin Sinovac tersebut. Menurutnya masalah kehalalannya menjadi isu yang utama di Indonesia.

"Maka kita belajar juga dari pengalaman, bagaimana tidak optimalnya organ vaksinasi rubella tahun 2018," ujar dia.

Kemudian, lanjut dia, dalam pengembangan Vaksin Sinovac ini, Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Kesehatan Budi Guna Sadikin selalu mengingatkan tentang kehalalan.

"Karena memang Indonesia itu yang namanya vaksin itu harus bisa memberikan faktor safety atau keamanan, harus ada khasiatnya, lalu ada mottonya dan halal. Hal inilah yang yang berdasarkan pengalaman masa lalu," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini