Menggiurkan, Intip Peluang Besar Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Senin 27 September 2021 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 455 2477591 menggiurkan-intip-peluang-besar-bisnis-kuliner-di-tengah-pandemi-5XQQzXbCGC.jpg Bisnis Makanan Beku di Tengah Pandemi. (Foto: Okezone.com/Ist)

JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia mengungkapkan bahwa bisnis makanan beku atau frozen food di tengah pandemi berkembang sangat pesat. Kuliner online dibutukan karena mayoritas aktivitas selama pandemi dilakukan di rumah.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Adhi Lukman mengatakan, pada akhir 2020, Indonesia tercatat sebagai negara dengan pengguna internet terbesar ke empat di dunia, jumlahnya mencapai 160 juta orang.

Baca Juga: Tajir Melintir, Wanita Ini Punya Perusahaan Bernilai Rp570 Triliun

Mengutip data survei yang dilakukan perusahaan peneliti pasar atau market research global, Ipsos, dua layanan daring yang paling banyak digunakan oleh pengguna internet pemula di Indonesia adalah jasa transportasi sebesar 40% dan layanan pesan antar makanan sebesar 32%.

"Literasi digital masyarakat di bidang kuliner sudah baik dan ini jadi peluang yang besar bagi pengusaha makanan," kata Adhi, Senin (27/9/2021).

Baca Juga: Kreasi Unik Bambu Batik Khas Sangihe, Terkenal di Belanda hingga China

Menurut Adhi, kuliner online yang trennya meningkat selama pandemi adalah jenis makanan beku, atau frozen food. Ini juga dipicu kebijakan pemerintah yang mengharuskan masyarakat lebih banyak beraktifitas di rumah ketika pandemi. Selain itu masyarakat juga menggemari kuliner dengan manfaat kesehatan yang tinggi, diantaranya makanan organik atau makanan yang berbasiskan herbal.

Sementara itu, Pengusaha Kuliner Online Diah Ayu Satiarini mengaku sudah menjajal pasar online sejak 5 tahun lalu. Menurut Diah, omzet penjualan produknya di marketplace atau lokapasar meningkat selama pandemi.

Menurut dia, pandemi membuat orang tidak bisa sering keluar rumah, sehingga aktivitas memasak berkurang, hingga akhirnya makanan beku menjadi pilihan.

"Dalam sebulan omzet kami bisa mencapai ratusan juta rupiah,"ujar Diah.

Menurut dia, banyak keuntungan yang bisa didapat dengan berjualan secara online. Diantaranya lebih mudah karena tidak memerlukan toko yang besar sehingga bisa memotong biaya produksi. Selain itu, tambah Diah, berjualan secara online juga lebih aman, baikitu melalui lokapasar atau media sosial.

Dia berbagi tips bagi masyarakat yang ingin menjajal bisnis secara online, diantaranya memilih jenis makanan yang sedang menjadi tren agar diminati masyarakat. Selain itu pengemasan juga harus baik agar tahan lama, dan terakhir lebih sering berpromosi di media sosial, agar masyarakat ingat terus dengan produk yang dijual.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini