JAKARTA - PT PP Properti Tbk (PPRO) meraup laba sebesar Rp5,25 miliar pada semester I 2022. Laba PPRO naik 137,2% year on year (yoy) jika dibandkan periode sama tahun 2021 senilai Rp2,21 miliar.
Hal itu menyebabkan laba per saham dasar perusahaan properti plat merah itu naik menjadi Rp0,09, dari sebelumnya Rp0,04.
Kenaikan laba terjadi akibat ada peningkatan pendapatan usaha mencapai 68,8% yoy sebesar Rp984,76 miliar. Sedangkan pada paruh pertama tahun 2021, PPRO mencetak pemasukan senilai Rp583,19 miliar.
Secara rinci, kontribusi terbesar pemasukan PPRO berasal dari penjualan apartemen, mencapai Rp896,40 miliar, disusul pemasukan dari hotel senilai Rp58,44 miliar, layanan penyewa Rp15,37 miliar, dan sewa Rp9,58 miliar.
Adapun pemasukan dari penjualan tanah mencapai Rp4,95 miliar, sebagaimana tersaji di laporan keuangan PPRO, dikutip Rabu (12/10/2022).
Dari sisi pengeluaran, biaya terbesar berasal dari beban pokok yang naik 77,94% mencapai Rp896,48 miliar, yang sebagian besar berasal dari biaya material real estat yakni apartemen. Sementara itu, beban pegawai berada di kisaran Rp19,78 miliar, dan beban keuangan mencapai Rp37,24 miliar.