JAKARTA – PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) menargetkan laba bersih senilai Rp900 miliar pada tahun ini. Tahun lalu perseroan membukukan rugi bersih Rp69,07 miliar.
Direktur Utama sekaligus Sekretaris Perusahaan SUPR, Juliawati Gunawan Halim dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebut bahwa pada akhir tahun 2022 ini SUPR memproyeksikan dapat meraup laba bersih sebesar Rp900 miliar.
Sedangkan laba bersih perseroan sampai September 2022 telah mencapai Rp700 miliar. Disampaikan Juliawati, proyeksi laba bersih sebesar Rp900 miliar itu sejalan dengan target pendapatan perseroan tahun ini yang diperkirakan bertumbuh sebesar 4%.
Artinya, bila dikomparasikan dengan pendapatan SUPR pada tahun lalu sebesar Rp2,07 triliun, maka pada tahun ini perseroan berpeluang mengantongi total pendapatan sebesar Rp2,16 triliun.
"Kenaikan pendapatan di kisaran 4% itu secara proforma tanpa memperhitungkan pendapatan PT Platinum Teknologi dan anak perusahaan," jelas Juliawati.
Pembalikan rugi menjadi laba yang dicapai perseroan ini tidak lepas dari target-target SUPR tahun ini yang mengejar untuk meningkatkan sebanyak 300-400 menara baru dan menambah penyewaan baru sekitar 500 hingga 600. Oleh karena itu, pada tahun ini SUPR pun menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp500 miliar yang digunakan untuk menambah menara dan penyewaan baru serta memperpanjang sewa lahan.