Ekonom Senior Prasasti Center for Policy Studies Piter Abdullah menilai fenomena ini membuktikan pergeseran paradigma positif para pelaku usaha dan segmen menengah-atas dalam mengelola struktur modal (cost of capital).
"Bagi segmen korporasi dan individu beraset mapan, kecepatan eksekusi dan pelestarian nilai portofolio investasi adalah kunci," katanya.
Menurutnya, memanfaatkan fasilitas pembiayaan pergadaian dengan agunan barang mewah yang bernilai stabil jauh lebih rasional dibanding mencairkan portofolio saham saat pasar modal bergerak dinamis atau mencairkan instrumen simpanan lebih dini.
"Kehadiran entitas pergadaian swasta premium berizin resmi OJK seperti Lesca Gadai Premier sukses mereposisi peran pergadaian dari yang sebelumnya dipersepsikan sebatas dana darurat, bertransformasi menjadi instrumen navigasi wealth management dan manajemen likuiditas modern," kata Piter.
Dengan pengawasan OJK yang berkesinambungan serta dorongan terhadap tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), sektor pergadaian diproyeksikan terus memperkokoh perannya sebagai motor penggerak inklusi keuangan dan penyedia likuiditas yang tangguh bagi perekonomian nasional.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.