"WK Pekawai memiliki potensi eksplorasi yang menarik dan menjadi salah satu area yang terus kami eksplor. Pengeboran Saka Manpatu-1 merupakan langkah penting untuk menguji potensi hidrokarbon yang telah diidentifikasi melalui berbagai kegiatan studi geologi dan geofisika," ujar Fuji.
Dalam pengeboran SM-1, SAKA menggunakan teknologi Casing While Drilling (CWD), yang sebelumnya diterapkan pada pengeboran sumur SID-5 di WK Pangkah. Teknologi tersebut memungkinkan proses pengeboran dan pemasangan casing dilakukan secara bersamaan dalam satu rangkaian operasi.
Penerapan teknologi tersebut ditujukan untuk mendukung efisiensi operasi sekaligus pengendalian risiko dalam menghadapi kondisi bawah permukaan.
Sebelum pengeboran dimulai, perusahaan melakukan sejumlah persiapan teknis dan operasional, termasuk memastikan kesiapan rig, instalasi dan integrasi peralatan, pengujian sistem, serta kesiapan personel dan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE).
Sumur SM-1 ditargetkan mencapai kedalaman akhir sekitar 12.400 kaki terukur (feet measured depth/ftMD). Perusahaan juga merencanakan pengujian sumur (well testing) pada dua zona target.