Berdasarkan estimasi perusahaan, struktur SM-1 memiliki volume hidrokarbon in-place P50 sebesar 109 miliar kaki kubik (billion cubic feet/BCF) gas dan 22 juta barel setara minyak (million barrels of oil equivalent/MMBOE) minyak atau kondensat.
Hasil pengeboran diharapkan memberikan informasi mengenai keberadaan dan karakteristik hidrokarbon serta membantu mengonfirmasi potensi sumber daya migas di WK Pekawai.
Prospek eksplorasi di WK Pekawai juga berkaitan dengan karakteristik geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan telah memiliki Plan of Development (POD).
Sekitar 10–24% struktur Lapangan Manpatu berada di dalam WK Pekawai. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar dalam melihat prospek eksplorasi di WK Pekawai, selain keberadaan hidrokarbon yang telah teridentifikasi di Lapangan Manpatu. Intan mengatakan seluruh rangkaian pengeboran SM-1 dilaksanakan dengan memperhatikan aspek HSSE.
"Kami akan terus menjalankan kegiatan eksplorasi secara terukur dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasional," ujar Intan.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.