Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Dibuka Menguat ke 6.128 di Tengah Sentimen MSCI

Tangguh Yudha , Jurnalis-Rabu, 24 Juni 2026 |09:15 WIB
IHSG Dibuka Menguat ke 6.128 di Tengah Sentimen MSCI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada perdagangan pagi ini. (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

“Secara teknikal, level 5.677 menjadi area support penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga momentum pasar, sementara level 6.977 menjadi area resistance utama yang akan menjadi ujian bagi upaya penguatan indeks dalam jangka menengah,” ungkapnya.

Menurut Hendra, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan lagi sekadar mempertahankan status Emerging Market, melainkan mengembalikan kepercayaan investor asing yang hingga kini masih cenderung berhati-hati.

Kondisi tersebut tercermin dari masih besarnya aksi jual bersih (net sell) investor asing yang sejak awal tahun telah mencapai sekitar Rp83 triliun. Angka tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap prospek pasar Indonesia belum sepenuhnya pulih.

Tekanan terhadap pasar juga terlihat dari pergerakan nilai tukar rupiah yang pada perdagangan pagi ini berada di kisaran Rp17.933 per dolar AS. Pelemahan rupiah tersebut menjadi salah satu indikator bahwa investor global masih mencermati berbagai risiko yang melekat pada perekonomian domestik, terutama terkait keberlanjutan fiskal, kebutuhan pembiayaan pemerintah, serta arah arus modal asing ke depan.

Hal ini sejalan dengan perhatian pasar yang tertuju pada potensi pelebaran defisit APBN seiring meningkatnya kebutuhan anggaran untuk berbagai program prioritas pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Investor membutuhkan kepastian mengenai sumber pendanaan, efektivitas pelaksanaan, serta dampaknya terhadap kesehatan fiskal jangka panjang. Selama kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal masih belum sepenuhnya terjawab, minat investor asing untuk kembali masuk secara agresif ke pasar domestik diperkirakan akan tetap terbatas,” jelas Hendra.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement